Siapa Gholamreza Soleimani? Komandan Pasukan Basij Iran yang Merintis Karier dari Sukarelawan
Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Pada musim semi tahun 1981, Gholamreza Soleimani dikerahkan ke garis depan Shush di perbatasan Irak sebagai sukarelawan remaja. Selama konflik delapan tahun yang melelahkan, ia berpartisipasi dalam beberapa serangan besar, termasuk Operasi Tariq al-Qods, Fath ol-Mobin, dan Beit ol-Moqaddas, bertugas sebagai pejuang dan komandan batalion.
Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1982.
Setelah perang, Soleimani memegang banyak komando regional tingkat tinggi. Perannya yang paling menonjol dimulai pada tahun 2006 ketika ia mengambil alih komando Korps Saheb al-Zaman di provinsi Isfahan, menjadi komandan pertama yang secara bersamaan mengawasi pasukan Basij lokal dan unit tempur IRGC formal. Pada Juli 2017, ia secara resmi dipromosikan ke pangkat brigadir jenderal.
Pada 2 Juli 2019, Khamenei menunjuk Soleimani sebagai kepala Basij, pasukan paramiliter sukarelawan di bawah IRGC. Basij bertugas menegakkan keamanan internal melalui cabang-cabang lokal di seluruh negeri.
Baik Basij maupun IRGC dibentuk pada tahun 1979 setelah revolusi Islam menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS.
Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1982.
Setelah perang, Soleimani memegang banyak komando regional tingkat tinggi. Perannya yang paling menonjol dimulai pada tahun 2006 ketika ia mengambil alih komando Korps Saheb al-Zaman di provinsi Isfahan, menjadi komandan pertama yang secara bersamaan mengawasi pasukan Basij lokal dan unit tempur IRGC formal. Pada Juli 2017, ia secara resmi dipromosikan ke pangkat brigadir jenderal.
3. Kandidat Doktor yang Fokus Mengkaji Sejarah Islam Iran
Menurut biografi resminya yang diterbitkan oleh media Iran, ia memiliki gelar sarjana sejarah dari Universitas Isfahan. Ia juga seorang kandidat doktor yang sedang mempersiapkan untuk mempertahankan tesisnya dalam sejarah Islam Iran meskipun media pemerintah tidak menyebutkan institusi tersebut.Pada 2 Juli 2019, Khamenei menunjuk Soleimani sebagai kepala Basij, pasukan paramiliter sukarelawan di bawah IRGC. Basij bertugas menegakkan keamanan internal melalui cabang-cabang lokal di seluruh negeri.
Baik Basij maupun IRGC dibentuk pada tahun 1979 setelah revolusi Islam menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS.
4. Memperkuat Basijd dengan Budaya Perlawanan
Dekrit resmi tersebut menugaskan Soleimani untuk “meningkatkan Basij dan budaya perlawanan” sambil memperluas kelompok bersenjata dan memperdalam nilai-nilai revolusioner di kalangan pemuda Iran.Lihat Juga :