3 Keunggulan Ranjau Udara Jaljaleh, Salah Satunya Menciptakan Koridor Berbahaya

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:15 WIB
loading...
A A A
Sistem ini berfungsi sebagai penghalang tersembunyi, menciptakan koridor udara berbahaya di atas zona yang ditentukan. Jika musuh mencoba menggunakan ketinggian rendah untuk melewati sistem pertahanan udara, mereka berisiko menghadapi jaringan amunisi yang padat. Hal ini memberi pihak bertahan unsur kejutan dan mengurangi kebutuhan akan rudal mahal atau sistem teknis yang kompleks.

Konsep Jaljaleh tidak muncul begitu saja. Pada tahun 2024, Korps Garda Revolusi Islam mendemonstrasikan jenis ranjau lompat baru. Pada saat itu, dicatat bahwa ranjau tersebut dapat mengenai target pada jarak sekitar 300 meter dan berakselerasi hingga hampir 2.000 meter per detik pada fase terminalnya. Iran juga sebelumnya telah mengembangkan ranjau seri YM-J-AHM, yang dirancang untuk mengganggu pendaratan amfibi dan melawan target terbang rendah. Sistem baru ini memperluas kemampuan tersebut. Ketinggian maksimumnya mencapai 350 meter, dan radius mematikan setiap submunisi kira-kira lima belas meter.

Pihak Iran belum mengungkapkan desain elemen fragmentasinya. Namun, kerahasiaan semacam itu merupakan ciri khas industri pertahanan Iran, yang seringkali menyembunyikan spesifikasi dasar sekalipun untuk mempersulit penilaian eksternal terhadap kemampuan dan kerentanannya.

Pada saat yang sama, sistem pengenalan target menimbulkan banyak pertanyaan. Masih belum jelas bagaimana ranjau tersebut menentukan bahwa objek di depannya adalah platform musuh. Sumber tidak resmi menyebutkan sensor laser yang mendeteksi pergerakan dan mengirimkan sinyal ke hulu ledak. Yang masih belum diketahui adalah seberapa andal sistem tersebut dapat beroperasi tanpa risiko aktivasi yang tidak disengaja — faktor yang sangat penting jika ranjau ini akan dianggap sebagai produk ekspor.

Masuk akal untuk berasumsi bahwa ranjau tersebut dapat dibeli oleh Rusia untuk melawan ancaman UAV baik di sepanjang garis depan maupun di sekitar fasilitas strategis (kilang minyak, pembangkit listrik tenaga air, dll.) jauh di belakang garis depan. Penyebaran ranjau di sekitar lokasi strategis tampaknya lebih murah dan lebih sederhana daripada membangun sistem pertahanan udara berlapis penuh di setiap lokasi yang rentan. Hal ini dapat memperkuat perlindungan kilang minyak, pembangkit listrik, pusat logistik, dan lokasi lain yang semakin rentan karena kemampuan drone yang semakin berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved