Gaji Belum Bayar, Para Influencer Tuntut Badan Propaganda Israel Lebih dari Rp10 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:50 WIB
loading...
Gaji Belum Bayar, Para...
Para influencer media sosial menuntut Direktorat Propaganda Israel atau Hasbara lebih dari Rp10 miliar karena gaji mereka belum dibayarkan. Foto/The Dia via The Cradle
A A A
TEL AVIV - Badan propaganda Israel, yang dalam bahasa Ibrani disebut sebagai Hasbara, menghadapi tuntutan kompensasi dengan total lebih dari Rp10 miliar dari para influencer dan kontraktor karena belum membayar gaji mereka.

Media Israel, Calcalist, melaporkan melaporkan bahwa puluhan aktivis dan kontraktor Hasbara independen dipekerjakan setelah serangan Hamas 7 Oktober 2023, karena badan tersebut kekurangan staf. Mereka dipekerjakan untuk melakukan kontra-narasi genosida Gaza.

Baca Juga: Para Penasihat Trump Menyesal AS Perang Melawan Iran, Terlalu Remehkan Rezim Teheran

Beberapa di antaranya tidak secara resmi dipekerjakan oleh negara Israel tetapi bekerja melalui kontraktor swasta. “Dengan demikian, perusahaan produksi swasta menjadi saluran pembayaran bagi mereka yang mewakili Israel di luar negeri,” bunyi laporan Calcalist, sebagaimana dikutip dari Middle East Eye, Selasa (17/3/2026). Para kontraktor menggambarkan pekerjaan itu “selalu berantakan".

Salah satu perusahaan yang menyediakan studio khusus untuk wawancara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant sekarang menuntut lebih dari setengah juta shekel (Rp2,7 miliar) sebagai "gaji" yang belum dibayar.

Perusahaan lain, Intellect, menuntut lebih dari 1,5 juta shekel (Rp8,2 miliar) dari Kantor Perdana Menteri Israel selaku pihak yang mengawasi direktorat Hasbara.

Menurut laporan Calcalist, "Intellect mendanai penerbangan ke Den Haag, yang digunakan oleh aktivis influencer yang beroperasi melawan demonstrasi pro-Palestina menjelang sidang di pengadilan di Den Haag.”

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan terdapat “ketidakberaturan dalam praktik pengadaan direktorat diplomasi publik” tetapi tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut karena proses hukum yang sedang berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Syahran Buka Suara soal...
Syahran Buka Suara soal Hubungannya dengan Jule: Saya Siap dengan Konsekuensinya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Lebih dari 200 Peralatan...
Lebih dari 200 Peralatan Militer Israel Dihancurkan Hamas di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved