Para Penasihat Trump Menyesal AS Perang Melawan Iran, Terlalu Remehkan Rezim Teheran

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:00 WIB
loading...
Para Penasihat Trump...
Para penasihat Presiden Donald Trump dilaporkan menyesal AS berperang melawan Iran. Foto/TRT World
A A A
WASHINGTON - Para penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan penyesalan atas keputusan untuk berperang melawan Iran. Penyesalan ini muncul di tengah meningkatkan kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump meremehkan ketahanan rezim Teheran.

Penyesalan para penasihat presiden AS itu diungkap Axios dalam laporan yang diterbitkan pada hari Senin.

Baca Juga: Trump Akui Terkejut Ternyata Iran Berani Serang Negara-negara Timur Tengah

Menurut laporan tersebut, beberapa pejabat kunci enggan atau menginginkan lebih banyak waktu sebelum meluncurkan kampanye militer terhadap Iran. Seorang sumber AS mengatakan Trump akhirnya menepis keraguan tersebut, dengan mengatakan, “Saya hanya ingin melakukannya.”

Sumber tersebut menambahkan bahwa Trump telah didorong oleh keberhasilan militer AS baru-baru ini, termasuk serangan musim panas lalu terhadap Iran dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, dan telah melebih-lebihkan kemampuannya untuk menggulingkan rezim Iran tanpa pasukan darat.

“Dia terlalu percaya diri,” kata sumber tersebut kepada Axios.

Laporan tersebut mencatat bahwa Trump saat ini telah jatuh ke dalam “perangkap eskalasi” di Selat Hormuz, di mana pihak yang lebih kuat merasa terpaksa untuk terus menyerang guna menunjukkan superioritasnya, meskipun keuntungan semakin berkurang.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada Axios bahwa campur tangan Iran di Selat Hormuz membuat Trump “semakin teguh” daripada mendorong penilaian ulang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Palestina Akhirnya Gelar...
Palestina Akhirnya Gelar Pemilu Legislatif Tahun Ini, Pertama sejak 20 Tahun
Rekomendasi
Pelatih Spanyol Pilih...
Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved