Trump Akui Terkejut Ternyata Iran Berani Serang Negara-negara Timur Tengah

Senin, 16 Maret 2026 - 12:04 WIB
loading...
Trump Akui Terkejut...
Kompleks Kedutaan AS di Riyadh, Arab Saudi, menjadi salah satu target serangan balasan Iran. Foto/Republic World
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sangat terkejut karena Iran berani menyerang negara-negara Timur Tengah sekutu Washington setelah perang pecah 28 Februari. Teheran menegaskan, militernya bukan bermaksud menyerang negara-negara tetangga, melainkan membalas agresi dengan menargetkan pangkalan militer dan kepentingan Amerika di kawasan tersebut.

Target-target serangan balasan Iran antara lain Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Markas Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, dan Pangkalan Al-Harir di Erbil, Irak.

Baca Juga: 7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS dan Israel Seenaknya Mengebom Iran

Sedangkan target serangan balasan langsung Iran yang terus berlangsung adalah wilayah Israel.

Trump menngatakan sekutu AS di Timur Tengah "sangat hebat". "Mereka ditembak secara tidak perlu. Saya sangat terkejut," katanya, seperti dikutip dari NBC News, Senin (16/3/2026).

"Itu adalah kejutan terbesar yang saya alami dari keseluruhan hal ini," paparnya.

Perang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melakukan serangan udara gabungan terhadap Iran yang menewaskan banyak orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu; Ayatollah Ali Khamenei. Iran langsung membalas dengan menembakkan rentetan rudal dan drone ke Israel dan pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah. Perang hingga hari ini telah memasuki hari ke-15.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved