Langka, Penasihat Trump Desak AS Nyatakan Menang lalu Kabur dari Perang Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Komentarnya mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa Iran mungkin akan merespons secara asimetris, menargetkan infrastruktur dan sistem ekonomi daripada hanya berfokus pada konfrontasi militer.

Posisi Israel Tertekan


Sacks juga memperingatkan bahwa perang tersebut dapat menciptakan tekanan serius pada Israel jika terus meningkat.

Selama diskusi podcast, dia mencatat bahwa konfrontasi regional yang berkepanjangan dapat menguji sistem pertahanan udara Israel dan mengekspos negara tersebut pada tekanan rudal yang berkelanjutan.

Dalam percakapan yang sama, Sacks menggambarkan Iran sebagai pihak yang memegang apa yang disebutnya sebagai "saklar maut atas nasib ekonomi negara-negara Teluk."

Ungkapan tersebut merujuk pada kemampuan Iran untuk mengganggu infrastruktur ekonomi dan energi utama di seluruh wilayah jika perang semakin intensif.

Membentuk Kembali Kawasan


Pernyataan tersebut disampaikan tak lama sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan bom besar-besaran di Pulau Kharg, Iran, sebuah terminal strategis tempat sebagian besar ekspor minyak Iran dimulai.

Serangan tersebut menyoroti betapa dalamnya perang telah menembus infrastruktur ekonomi dan strategis kawasan tersebut.

Pasar energi bereaksi dengan cemas terhadap konflik yang meluas, sementara negara-negara Teluk tetap terpapar risiko serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan jalur pelayaran.

Sementara itu, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya terus melakukan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan target lainnya di seluruh wilayah, memperluas medan perang di luar serangan awal AS-Israel.

Hasilnya adalah konflik yang kini mencakup berbagai front di Asia Barat.

Debat yang Berkembang


Pernyataan Sacks menyoroti semakin lebarnya perpecahan di Washington mengenai seberapa jauh Amerika Serikat harus bertindak dalam konfrontasinya dengan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved