Langka, Penasihat Trump Desak AS Nyatakan Menang lalu Kabur dari Perang Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Secara publik, pemerintahan Trump terus menunjukkan kepercayaan diri bahwa kampanye militer tersebut melemahkan Teheran dan membentuk kembali keseimbangan kekuatan regional.

Namun di balik pesan tersebut, para pejabat dan sekutu politik tampaknya semakin terpecah mengenai langkah selanjutnya yang harus diambil.

Beberapa tokoh di dalam pemerintahan dan Partai Republik yang lebih luas mendorong eskalasi yang lebih dalam. Menteri Pertahanan Pete Hegseth berulang kali menggambarkan serangan tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk melemahkan pengaruh regional Iran dan memulihkan daya jera.

Trump sendiri telah menggabungkan retorika kemenangan dengan ancaman eskalasi lebih lanjut. Setelah mengumumkan serangan bom di Pulau Kharg Iran, dia mengeklaim pasukan AS telah "menghancurkan" target militer utama sambil memperingatkan bahwa infrastruktur minyak Iran juga dapat diserang jika Teheran bergerak untuk mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Pada saat yang sama, kelompok yang lebih kecil namun semakin terlihat di dalam lingkaran Trump tampak waspada terhadap perang yang berkepanjangan.

Suara-suara tersebut berpendapat bahwa eskalasi yang berkelanjutan dapat menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik regional yang lebih luas yang melibatkan jaringan pasukan sekutu Iran di Lebanon, Irak, Yaman, dan tempat lain.

Seruan Sacks untuk "menyatakan kemenangan dan keluar" mencerminkan kekhawatiran tersebut.

Alih-alih menganjurkan tekanan militer tambahan, dia menyarankan Washington untuk menggunakan momen saat ini untuk mengeklaim keberhasilan dan mengejar jalan keluar melalui negosiasi sebelum konflik meluas lebih jauh.

Kontras antara posisi-posisi tersebut—eskalasi versus jalan keluar—menjadi salah satu pertanyaan politik utama yang membentuk respons Washington terhadap perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved