Iran Tuntut 3 Syarat untuk Akhiri Perang Melawan AS-Israel, Ini Rinciannya

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:38 WIB
loading...
Iran Tuntut 3 Syarat...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tuntut 3 syarat untuk mengakhiri perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Foto/Tasnim News Agency
A A A
TEHERAN - Iran telah menuntut tiga syarat untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam menjelaskan persyaratannya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa setiap resolusi harus mengakui hak-hak sah Iran dan menjamin bahwa negara tersebut tidak akan menghadapi serangan di masa mendatang.

Dalam unggahan di platform media sosial X pada hari Rabu, Pezeshkian juga menuntut kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama perang.

Baca Juga: Terungkap, Ini Kesalahan Taktis Besar AS dalam Perang Melawan Iran

"Berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan ini. Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini—yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS—adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan," tulisnya, yang dikutip Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).

Syarat yang dituntut Presiden Iran itu muncul setelah Abolfazl Shekarchi, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah; IRIB, bahwa tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau lokasi di Teluk Persia yang akan berada di luar jangkauan Iran jika Washington menyerang fasilitas pelabuhan Iran.

"Jika pelabuhan dan dermaga kami terancam, semua pelabuhan dan dermaga di kawasan ini akan menjadi target sah kami," kata Shekarchi,

"Angkatan Bersenjata akan melakukan operasi yang lebih berat daripada yang telah kami lakukan sejauh ini jika pelabuhan Iran diserang," ujarnya.

"Kami menyerukan kepada negara-negara di kawasan ini untuk mengusir Amerika dari tanah mereka," imbuh dia.

Penilaian Israel terhadap Perang


Menurut laporan kantor berita Reuters, para pejabat Israel dalam diskusi tertutup telah mengakui bahwa tidak ada kepastian perang melawan Iran akan menyebabkan runtuhnya pemerintahan ulama, tanpa tanda-tanda pemberontakan Iran di tengah pengeboman.

Namun, terlepas dari komentar Presiden AS Donald Trump bahwa perang mungkin akan segera berakhir, penilaian Israel adalah bahwa Washington belum mendekati untuk menginstruksikan pengakhiran konflik, menurut laporan Reuters yang mengutip dua pejabat Israel.

Kampanye pemboman intensif AS dan Israel tak hanya menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior, tetapi juga telah menewaskan warga sipil dan menghancurkan rumah dan bangunan publik, yang membuat banyak warga Iran marah.

Dengan rudal yang menghantam Teheran dan kota-kota lain, dan dengan otoritas Iran mengancam akan menggunakan kekuatan mematikan terhadap siapa pun yang berani protes, warga Iran yang mungkin akan turun ke jalan mungkin juga takut untuk melakukannya sampai perang berakhir.

Namun demikian, tantangan jangka panjang Iran tampak lebih buruk dari sebelumnya, dengan sanksi yang semakin keras mencekik perekonomian dan sedikit prospek masa depan yang lebih baik bagi penduduk yang protesnya pada bulan Januari dihancurkan dengan ribuan orang tewas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved