Pakar Perang Ini Ungkap Kendali Rudal Iran Diserahkan kepada Komandan Lapangan

Selasa, 10 Maret 2026 - 03:30 WIB
loading...
Pakar Perang Ini Ungkap...
Pakar perang ini ungkap kendali rudal Iran diserahkan kepada komandan lapangan. Foto/X/@World_Insights1
A A A
TEHERAN - Bader al-Saif, seorang profesor sejarah di Universitas Kuwait, menggambarkan praktik Iran yang mendelegasikan kendali sistem rudal kepada komandan lapangan individu sebagai “hal yang berbahaya.”

“Itulah mengapa kami ingin melihat semacam ketertiban dan akal sehat dari Iran. Sulit ketika mereka sedang berperang dan diserang, tidak diragukan lagi,” katanya kepada Al Jazeera.

“Tetapi izinkan saya memperjelas satu hal: Kita perlu mengupayakan hubungan Teluk-Iran kita, terlepas dari apa yang terjadi antara AS, Israel, dan Iran. Saya pikir kita memiliki itu dalam sistem kita di seluruh Teluk, untuk lebih meningkatkan hubungan ini. Kita telah bekerja sangat keras untuk itu di masa lalu.”

Al-Saif mencatat ada “banyak perusak” dalam perang ini, dan menyebut Israel sebagai yang terbesar di antara semuanya.

“Mereka berpotensi diuntungkan dari fragmentasi, kekacauan, dan perang yang akan terjadi dan berlangsung di Timur Tengah,” katanya.

“Jadi saya pikir dengan berfokus pada target bersama itu, dan dengan tidak melampiaskan kemarahan mereka pada negara-negara Teluk, mereka dapat lebih fokus pada tujuan mereka. Melakukan serangan habis-habisan tidak akan menguntungkan mereka, dan tidak akan menguntungkan siapa pun,” tambah al-Saif.



Sementara itu, Ahmed Helal, analis ekonomi dan politik Timur Tengah di Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kepercayaan investor akan hancur di negara-negara Teluk dalam jangka pendek.

“Status tempat perlindungan Teluk telah dipertanyakan. Segel yang menunjukkan bahwa Teluk terlindungi dari konflik regional telah rusak,” kata Helal, menambahkan bahwa hal yang sama terjadi pada tahun 2025 selama perang 12 Hari di Iran ketika Qatar menjadi sasaran dan terseret ke dalam konflik.

“Saya pikir krisis ini tidak akan luput dari dampak ekonomi di kawasan ini. Jika Anda adalah pengekspor minyak, ya, dalam jangka pendek kas Anda akan terisi dengan keuntungan yang lebih besar. Tetapi sejauh Anda tidak dapat mengirimkan kargo Anda dan Anda harus menghentikan produksi Anda, seperti dalam kasus Kuwait, yang merupakan salah satu produsen OPEC terbesar: mereka harus mengurangi produksi mereka hingga setengahnya,” katanya.

Helal menambahkan bahwa pengimpor energi bersih di kawasan ini juga akan terpengaruh.

“Jika Anda melihat lebih jauh ke Turki dan Mesir – populasi besar dan pengimpor besar – energi menyumbang sebagian besar tagihan impor mereka. Mereka juga akan menderita secara fiskal.

“Secara paradoks, saya pikir Israel akan lebih tangguh dalam jangka pendek hingga menengah. UEA, di sisi lain, sangat bergantung pada pariwisata, dan itu akan terhenti sepenuhnya,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved