Jika Mampu Gulingkan Rezim Iran, Lindsey Graham: AS Raup Banyak Uang

Senin, 09 Maret 2026 - 16:15 WIB
loading...
Jika Mampu Gulingkan...
Jika mampu gulingkan rezim Iran, Lindsey Graham: AS raup untung banyak. Foto/X/@CENTCOM
A A A
TEHERAN - AS akan mengendalikan hampir sepertiga minyak dunia dan menghasilkan keuntungan rekor jika berhasil menggulingkan pemerintah Iran . Itu diungkapkan Senator Republik garis keras Lindsey Graham kepada Fox News pada hari Minggu.

Graham menyampaikan komentar tersebut ketika harga minyak global melonjak melewati USD100 per barel, yang oleh Presiden AS Donald Trump dianggap sebagai “harga yang sangat kecil untuk dibayar” untuk perang AS-Israel melawan Iran, yang diluncurkan pada 28 Februari.

Graham menggambarkan biaya serangan tersebut sebagai “uang terbaik yang pernah dikeluarkan,” dengan alasan bahwa tujuannya adalah untuk mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir – yang telah dibantah Iran, dengan bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai.

“Ketika rezim ini jatuh, kita akan memiliki Timur Tengah yang baru, kita akan menghasilkan banyak uang. Tidak akan ada yang mengancam Selat Hormuz lagi,” kata Graham, menambahkan bahwa AS akan memasang pemerintahan yang “ramah” di Teheran.

“Venezuela dan Iran memiliki 31% cadangan minyak dunia. Kita akan memiliki kemitraan dengan 31% cadangan yang diketahui. Ini adalah mimpi buruk China. Ini adalah investasi yang bagus.”

Washington juga berupaya mengendalikan sektor minyak Venezuela setelah pasukan komando AS menangkap Presiden Nicolas Maduro pada awal Januari. Pada hari Sabtu, Trump secara resmi mengakui penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang telah mengisyaratkan niat untuk bekerja sama dengan AS.



Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel dan telah menyerang beberapa kapal tanker yang mencoba melintasi jalur pelayaran penting tersebut, yang menyebabkan gangguan lebih lanjut dalam aliran energi global. Militer Iran juga telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk.

Teheran mengecam perang tersebut sebagai agresi tanpa provokasi dan bersumpah untuk tidak tunduk pada tuntutan Trump untuk "penyerahan tanpa syarat."

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka Akibat Serangan AS - Israel

Sebelumnya, Senator Republik AS Lindsey Graham mengkritik Israel atas penargetan fasilitas minyak Iran pada akhir pekan lalu.

“Sekutu kita di Israel telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam hal meruntuhkan rezim pembunuh di Iran. Amerika sangat menghargai hal itu,” cuit Graham. “Namun, akan segera tiba saatnya rakyat Iran akan bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri, bukan rezim ayatollah yang kejam.”

“Dalam hal itu, harap berhati-hati dalam memilih target. Tujuan kami adalah membebaskan rakyat Iran dengan cara yang tidak melumpuhkan kesempatan mereka untuk memulai kehidupan baru dan lebih baik ketika rezim ini runtuh. Ekonomi minyak Iran akan sangat penting untuk upaya tersebut,” cuit Graham.

Pemerintahan Trump juga dilaporkan marah atas serangan terhadap ladang minyak Iran, yang menurut Israel digunakan oleh pasukan militer Republik Islam.

Kritik dari Graham menonjol, mengingat betapa antusiasnya dia dalam mendukung perang AS-Israel di Iran. Dia juga dianggap dekat dengan Trump, meskipun tidak jelas seberapa besar pengaruh senator tersebut terhadap pengambilan keputusan presiden.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved