Jika Mampu Gulingkan Rezim Iran, Lindsey Graham: AS Raup Banyak Uang
Senin, 09 Maret 2026 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Senator Republik AS Lindsey Graham mengkritik Israel atas penargetan fasilitas minyak Iran pada akhir pekan lalu.
“Sekutu kita di Israel telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam hal meruntuhkan rezim pembunuh di Iran. Amerika sangat menghargai hal itu,” cuit Graham. “Namun, akan segera tiba saatnya rakyat Iran akan bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri, bukan rezim ayatollah yang kejam.”
“Dalam hal itu, harap berhati-hati dalam memilih target. Tujuan kami adalah membebaskan rakyat Iran dengan cara yang tidak melumpuhkan kesempatan mereka untuk memulai kehidupan baru dan lebih baik ketika rezim ini runtuh. Ekonomi minyak Iran akan sangat penting untuk upaya tersebut,” cuit Graham.
Pemerintahan Trump juga dilaporkan marah atas serangan terhadap ladang minyak Iran, yang menurut Israel digunakan oleh pasukan militer Republik Islam.
Kritik dari Graham menonjol, mengingat betapa antusiasnya dia dalam mendukung perang AS-Israel di Iran. Dia juga dianggap dekat dengan Trump, meskipun tidak jelas seberapa besar pengaruh senator tersebut terhadap pengambilan keputusan presiden.
“Sekutu kita di Israel telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam hal meruntuhkan rezim pembunuh di Iran. Amerika sangat menghargai hal itu,” cuit Graham. “Namun, akan segera tiba saatnya rakyat Iran akan bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri, bukan rezim ayatollah yang kejam.”
“Dalam hal itu, harap berhati-hati dalam memilih target. Tujuan kami adalah membebaskan rakyat Iran dengan cara yang tidak melumpuhkan kesempatan mereka untuk memulai kehidupan baru dan lebih baik ketika rezim ini runtuh. Ekonomi minyak Iran akan sangat penting untuk upaya tersebut,” cuit Graham.
Pemerintahan Trump juga dilaporkan marah atas serangan terhadap ladang minyak Iran, yang menurut Israel digunakan oleh pasukan militer Republik Islam.
Kritik dari Graham menonjol, mengingat betapa antusiasnya dia dalam mendukung perang AS-Israel di Iran. Dia juga dianggap dekat dengan Trump, meskipun tidak jelas seberapa besar pengaruh senator tersebut terhadap pengambilan keputusan presiden.
(ahm)
Lihat Juga :