1.000 Kapal Terjebak di Teluk akibat Perang Iran vs AS-Israel Meluas

Senin, 09 Maret 2026 - 08:25 WIB
loading...
A A A
Jadi, meskipun kapal-kapal di lepas pantai Uni Emirat Arab atau Kuwait terlindungi dari tembakan drone dan dikawal melalui Selat Hormuz, navigasi tanpa GPS akan berbahaya.

“Mengingat ukuran kapal, bantuan elektronik menjadi perlu untuk mengemudikannya,” kata seorang kapten kapal niaga yang telah berlayar di kapal kargo di seluruh dunia.

"Awak kapal harus menggunakan instrumen abad ke-20—radar atau penanda visual,” katanya kepada AFP dengan syarat anonim.


Pengacakan Sinyal Defensif


Pengacakan sinyal tidak diragukan lagi digunakan baik secara ofensif maupun defensif. Negara-negara Teluk mengarahkan sistem mereka ke pantai mereka sendiri untuk menangkis drone Shahed yang dipandu satelit Iran—dengan biaya, yang dianggap dapat diterima, yaitu mengganggu kehidupan mereka sendiri.

Israel melakukan hal yang sama pada tahun 2024, seperti halnya Iran setelah konflik 12 hari dengan Israel tahun lalu.

“Bahkan jika lalu lintas udara atau lalu lintas maritim mereka sendiri, atau pengemudi pengiriman mereka, atau aplikasi kencan mereka terpengaruh oleh gangguan dan pemalsuan GPS, mereka akan melakukannya, seperti yang dilakukan Israel. Israel melakukannya selama setahun pada tahun 2024,” kata Humphreys.

Untuk navigasi udara dan laut, perusahaan rintisan sedang mengembangkan teknologi alternatif menggunakan medan magnet Bumi atau navigasi inersia.

Namun untuk kapal saat ini, navigasi tanpa GPS masih jauh di masa depan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved