1.000 Kapal Terjebak di Teluk akibat Perang Iran vs AS-Israel Meluas

Senin, 09 Maret 2026 - 08:25 WIB
loading...
1.000 Kapal Terjebak...
Sekitar 1.000 kapal terjebak di Teluk akibat perang antara Iran vs AS-Israel semakin meluas. Foto/winward.ai
A A A
DUBAI - Sekitar 1.000 kapal, yang mencakup kapal kargo, kapal tanker minyak, dan kapal lainnya, telah terjebak di Teluk Persia dan Teluk Oman karena perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin meluas. Sistem penentuan posisi global (GPS) kapal-kapal tersebut mengalami gangguan.

Gangguan sinyal navigasi itulah yang membuat kapal-kapal tersebut tidak dapat menentukan lokasi mereka, baik sesaat maupun terus-menerus.

Baca Juga: Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Dia Harus Dapat Persetujuan AS, Jika Tidak...

Dimitris Ampatzidis, analis risiko dan kepatuhan senior untuk perusahaan intelijen pasar energi Kpler, mengatakan kepada AFP bahwa angka tersebut mewakili sekitar setengah dari kapal di kawasan itu.

Sebagian besar kapal tersebut berada di lepas pantai Uni Emirat Arab dan Oman.

Sistem navigasi satelit terdiri dari konstelasi satelit yang mengirimkan sinyal dengan waktu ke Bumi, memungkinkan penerima untuk menentukan lokasi tepatnya.

Ponsel pintar modern menerima sinyal dari empat kelompok satelit: Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) Amerika, Eropa (Galileo), Rusia (GLONASS), dan China (BeiDou).

Sebagian besar ponsel sekarang menggunakan dua pita frekuensi GPS—satu yang lebih tua dan lebih lemah, dan yang kedua yang lebih baru dan lebih kuat.

"Namun, banyak kapal hanya mendengarkan sinyal GPS sipil asli, yang disebut sinyal L1 C/A. Sinyal ini telah ada sejak awal tahun 1990-an untuk penggunaan sipil,” kata Todd Humphreys, seorang profesor teknik di Universitas Texas di Austin, kepada AFP, Senin (9/3/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved