Serangan Iran Hancurkan Radar Sistem Pertahanan THAAD Amerika Senilai Rp5 Triliun

Minggu, 08 Maret 2026 - 10:15 WIB
loading...
Serangan Iran Hancurkan...
Serangan Iran telah menghancurkan radar sistem pertahanan THAAD Amerika Serikat di Yordania. Foto/X @manjeetnegilive
A A A
TEHERAN - Serangan Iran telah menghancurkan radar dari sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan di Yordania. Radar tersebut harganya mencapai USD300 juta (lebih dari Rp5 triliun).

Seorang pejabat AS mengatakan kehancuran radar tersebut berisiko semakin memperburuk kemampuan kawasan Teluk untuk melawan serangan di masa depan.

Foto satelit menunjukkan bahwa radar AN/TPY-2 RTX Corp dan peralatan pendukungnya—yang digunakan oleh sistem pertahanan THAAD AS—dihancurkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada hari-hari awal perang, sebagaimana dilaporkan CNN.

Baca Juga: Rusia Turun Tangan Bantu Iran Melawan AS-Israel, Pakar Sebut Perang Dunia III Telah Dimulai

Penghancuran peralatan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS. Data yang dikumpulkan oleh lembaga think tank Foundation for Defense of Democracies menunjukkan dua serangan Iran yang dilaporkan di Yordania: satu pada 28 Februari dan satu lagi pada 3 Maret. Keduanya diklaim telah dicegat.

"Jika berhasil, serangan Iran terhadap radar THAAD akan menandai salah satu serangan Iran yang paling sukses sejauh ini," kata Ryan Brobst, wakil direktur Center on Military and Political Power di Foundation for the Defense of Democracies.

Namun, dia menambahkan,"Militer AS dan para mitranya memiliki radar lain yang dapat terus menyediakan perlindungan pertahanan udara dan rudal, sehingga mengurangi dampak hilangnya satu radar saja."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved