Rusia Turun Tangan Bantu Iran Melawan AS-Israel, Pakar Sebut Perang Dunia III Telah Dimulai

Minggu, 08 Maret 2026 - 06:58 WIB
loading...
Rusia Turun Tangan Bantu...
Pakar Inggris menilai Perang Dunia III telah dimulai, yang dipicu oleh perang Iran melawan AS-Israel. Foto/The Telegraph
A A A
TEHERAN - Ketika para pejabat Washington melaporkan bahwa Rusia sudah turun tangan membantu Iran secara tidak langsung dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, pakar Inggris menilai Perang Dunia III telah dimulai.

Para pejabat tersebut, yang menerima informasi intelijen, mengatakan kepada The Washington Post bahwa Rusia diduga kuat telah berpartisipasi secara tidak langsung dalam perang tersebut. Menurut tiga pejabat Washington, Moskow telah memberikan informasi target kepada Iran untuk serangan terhadap pasukan militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Waktunya Pembalasan, Rusia Diam-diam Terlibat dalam Perang Iran Melawan AS-Israel

Bantuan itu mencakup lokasi aset militer Amerika yang beroperasi di Timur Tengah. “Sejak perang dimulai pada hari Sabtu, Rusia telah memberikan lokasi aset militer AS kepada Iran, termasuk kapal perang dan pesawat terbang,” kata para pejabat Amerika.

Laporan The Washington Post menggambarkan dukungan intelijen Moskow sebagai sesuatu yang berpotensi luas. “Tampaknya ini merupakan upaya yang cukup komprehensif,” kata salah satu pejabat.

Ketika ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar. Moskow secara konsisten menggambarkan perang tersebut sebagai akibat dari agresi Barat. Rusia berulang kali menyebut serangan terhadap Iran sebagai "tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan."

3 Tanda Perang Dunia III Telah Dimulai


Berbicara kepada The Mirror, Sabtu (7/3/2026), Professor Anthony Glees pakar militer yang juga dikenal sebagai sejarawan Inggris, menunjuk tiga tanda bahwa Perang Dunia III sudah dimulai.

Pertama, perang pilihan. Kedua, pola pikir para pemimpin negara-negara yang terlibat, dan ketiga adalah komitmen Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melanjutkan konflik.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menggambarkan serangan pada hari Sabtu pekan lalu sebagai "pre-emptive strike" untuk menghilangkan ancaman terhadap negara Israel, meskipun dia tidak menjelaskan apa ancaman tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pada hari Senin bahwa AS mengetahui akan ada tindakan Israel, yang berarti Amerika harus bertindak "pre-emptive" dalam menghadapi serangan Iran yang diperkirakan akan terjadi terhadap pasukan Amerika.

Profesor Glees mengatakan serangan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran telah dilabeli sebagai perang pilihan.

"Kedua perang dunia adalah perang pilihan," katanya, merujuk pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. "Begitu pula serangan terhadap Iran Sabtu lalu," katanya lagi.

Perang pilihan didefinisikan sebagai konflik yang dimulai oleh suatu negara yang belum diserang atau berada dalam ancaman langsung dari negara lain, tetapi malah mengambil tindakan pencegahan.

"Tidak ada bukti sama sekali bahwa Iran berencana untuk menyerang AS—mereka tidak dapat mencapai wilayah AS meskipun pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal mereka seperti yang kita lihat sekarang—tidak ada bukti bahwa mereka berencana untuk menyerang Israel, sebuah kekuatan nuklir yang sangat senang untuk melawan habis-habisan," terang Profesor Glees.

"Baik Trump maupun Netanyahu tidak menginginkan perang dunia—begitu pula Iran—tetapi perang dunia adalah apa yang bisa mereka dapatkan. Mengapa? Karena pikiran yang melepaskan perang pilihan terhadap satu musuh dapat melepaskan perang pilihan terhadap musuh mana pun," katanya.

"Jika Anda memilih untuk memulai perang, seperti yang telah dilakukan Trump dan Netanyahu, Anda tidak hanya akan mempertaruhkan konflik yang jauh lebih luas—yang menurut saya sekarang sedang terjadi di depan mata kita—tetapi Anda juga akan mendorong orang lain yang memiliki pola pikir yang sama dengan Anda," paparnya.

"Terlebih lagi, mereka yang diserang akan melawan balik kecuali mereka dibom nuklir—inti dari senjata nuklir adalah bahwa senjata tersebut benar-benar merusak, termasuk merusak diri sendiri mengingat jumlah senjata nuklir yang dimiliki negara-negara nuklir saat ini, jadi tidak ada yang akan memulai perang nuklir," sambung dia.

"Ini berarti bahwa perang dunia yang dimulai sebagai serangkaian perang konvensional yang kemudian berkembang dan melibatkan negara-negara di luar konflik awal akan ikut serta. Para pemimpin lain yang penuh dengan ambisi jahat untuk merebut tanah milik orang lain, melihat kesempatan mereka, Putin di Eropa timur dan utara, Xi di Taiwan, Kim Jong-un di Asia Timur semuanya adalah serigala yang mengeluarkan air liur saat mereka melihat apa yang coba dicapai Trump dan Netanyahu."

Sejarawan Inggris ini melanjutkan bahwa perang yang dipilih seringkali meluas menjadi konflik global.

Tanda selanjutnya dari Profesor Glees melibatkan pola pikir para pemimpin seperti Trump dan Netanyahu.

Dengan menyatakan bahwa serangan terhadap Iran membuktikan kedua pemimpin tersebut "tidak peduli dengan hukum internasional", Glees mengatakan: "Kekuatan adalah kebenaran, bukan hukum, dan mereka menggunakan kekuatan itu."

"Pikiran yang melepaskan perang pilihan terhadap satu musuh dapat melepaskan perang pilihan terhadap musuh mana pun," ujarnya.

Menurut Glees, keputusan Trump tentang berapa lama dia ingin melanjutkan perang juga sangat penting bagi risiko Perang Dunia III.

"Singkatnya, jika Trump sadar, dia akan segera mengumumkan bahwa dia telah meraih kemenangan dan menghentikan pertempuran. Dia memang memiliki kekuatan ini," katanya.

"Tetapi jauh lebih mungkin dia telah dijebak oleh Netanyahu yang telah lama percaya pada perang abadi dan pertempuran akan terus berlanjut," paparnya, menegaskan bahwa komitmen Trump untuk melanjutkan perang adalah tanda ketiga dari perang global.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved