Miliarder Arab Bertanya Ketus ke Trump: Siapa yang Beri Anda Izin Ubah Wilayah Kami Jadi Medan Perang?

Minggu, 08 Maret 2026 - 05:12 WIB
loading...
A A A
“Angka-angka ini mengatakan sesuatu yang jelas: Bahkan di dalam AS, ada kekhawatiran yang semakin besar tentang terseret ke dalam perang baru, dan tentang mengekspos kehidupan warga Amerika, ekonomi mereka, dan masa depan mereka pada risiko yang tidak perlu. Jika inisiatif ini diluncurkan atas nama perdamaian, maka kita berhak hari ini untuk menuntut transparansi penuh dan akuntabilitas yang jelas,” papar Al Habtoor.

Dalam pesan lain yang dibagikan di X, Khalaf Al Habtoor mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan di Teluk dan Timur Tengah.

“Siapa yang akan membayar harga atas ketegangan yang ditimbulkan kepada kita sebagai akibat dari konflik yang tidak kita ikuti antara Iran, Amerika, dan Israel?” tanya sang miliarder, menambahkan bahwa seluruh wilayah menanggung konsekuensi dari perang yang melibatkan tiga negara tersebut.

“Ekonomi kita, keamanan kita, dan stabilitas rakyat kita bukanlah arena untuk menyelesaikan perselisihan di antara kekuatan-kekuatan besar. Kita adalah pendukung stabilitas dan perdamaian, dan kita tidak memilih untuk menjadi bagian dari konfrontasi ini. Namun kita mendapati diri kita membayar harga atas eskalasi yang tidak kita ciptakan,” sambung dia.

“Pertanyaan yang harus diajukan dengan jelas hari ini adalah: Siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang akan memberikan kompensasi atas kerugian yang diderita oleh negara-negara dan rakyat di wilayah ini akibat konflik pihak lain? Wilayah ini membutuhkan kepala dingin, bukan reaksi yang semakin mengipasi api,” pungkasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Trump Beri Batas Waktu...
Trump Beri Batas Waktu 100 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved