Hendak Berdoa Bersama Trump, Tokoh Pro-Israel Dimaki-maki Aktivis HAM

Sabtu, 07 Maret 2026 - 19:40 WIB
loading...
A A A
Hubungan dekat Moore dengan Trump dimulai pada tahun 2016, ketika ia bergabung dengan dewan penasihat evangelis mantan presiden tersebut. Ia secara rutin berpartisipasi dalam pertemuan doa di Gedung Putih dan memuji dukungan teguh Trump terhadap kebebasan beragama dan nilai-nilai Kristen konservatif, yang sering kali selaras dengan kebijakan pro-Israel.

Ia juga duduk di dewan International Fellowship of Christians and Jews (IFCJ), sebuah organisasi kuat yang berbasis di AS yang didedikasikan untuk mempromosikan imigrasi Yahudi ke Israel (aliyah) sebagai pemenuhan nubuat Alkitab. Misi kelompok ini secara eksplisit mendukung "mengembalikan orang-orang Yahudi ke tanah air mereka" dan upaya pemukiman kembali, menjadikannya pemain utama dalam aktivisme Zionis religius yang terkait dengan tujuan geopolitik yang lebih luas.

Moore menjabat dua kali di Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional di bawah Trump dan telah mengembangkan karier yang menggabungkan lobi evangelis dengan manuver geopolitik.

Pengaruhnya meluas di seluruh Timur Tengah, di mana, sejak 2017, ia telah memperjuangkan Perjanjian Abraham dan Deklarasi Bahrain tentang hak-hak beragama. Moore telah bertemu dengan tokoh-tokoh penting di kawasan tersebut seperti Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Yordania Abdullah II, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pada tahun 2023, Moore mengunjungi perbatasan Gaza-Israel selama serangan brutal Israel, dan secara terbuka memuji pasukan keamanan Israel di media sosial—sikap yang menuai kecaman keras dari warga Palestina dan para pembela hak asasi manusia. Intervensi "kemanusiaan" yang dilakukannya, termasuk evakuasi minoritas Kristen selama kebangkitan ISIS, seringkali sejalan dengan kepentingan kebijakan luar negeri AS.

Moore juga menjabat di dewan penasihat Timur Tengah Liga Anti-Defamasi dan sering menggambarkan dirinya sebagai pembela hak-hak minoritas, meskipun rekam jejaknya kontroversial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
El Rumi Sentil Sosok...
El Rumi Sentil Sosok yang Ngemis Rating, Sindir Anjasmara?
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
Pangeran William Kecewa...
Pangeran William Kecewa Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved