Harga Minyak Meroket ke Level Tertinggi Sejak 2023 karena Perang, Bisa Tembus Berapa?

Sabtu, 07 Maret 2026 - 08:01 WIB
loading...
Harga Minyak Meroket...
Kapal tanker minyak terkena dampak perang Iran melawan AS dan Israel. Foto/Stephen Swintek
A A A
WASHINGTON - Harga minyak mencapai level tertinggi dalam dua setengah tahun pada hari Jumat (6/3/2026) karena meningkatnya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah ke pasar global.

Harga minyak mentah Brent global naik lebih dari 8% menjadi lebih dari USD92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik lebih dari 11% menjadi lebih dari USD90, keduanya tertinggi sejak September 2023.

Lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, jalur air penting antara Iran dan Oman yang membawa sekitar seperlima ekspor minyak dunia, hampir terhenti total, menurut Bloomberg.

Irak, produsen terbesar kedua di kawasan itu, harus mengurangi produksi karena ketidakmampuan untuk mengekspor.

Kuwait dilaporkan telah mulai mengurangi produksi di beberapa ladang minyak setelah kehabisan tempat penyimpanan. Ekspor minyak Iran sendiri pada dasarnya telah berhenti.

Goldman Sachs memperingatkan harga minyak bisa mencapai lebih dari USD100 per barel jika gangguan terus berlanjut. Menteri Energi Qatar memperingatkan bahwa harga minyak bisa mencapai USD150.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan gangguan pengiriman dapat membuka peluang bagi Rusia untuk memperluas ekspor energi.

“Dengan latar belakang ini, kita dapat mencari pembeli baru yang telah kehilangan pasokan yang sebelumnya melewati selat,” katanya, menunjukkan Moskow dapat mengalihkan pengiriman minyak dan gas ke pasar alternatif untuk menggantikan aliran dari Teluk.

Sementara itu, AS telah memberikan India, importir minyak mentah terkemuka, pengecualian 30 hari untuk membeli minyak Rusia.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas di pasar minyak global, menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Beberapa politisi Uni Eropa telah meningkatkan seruan untuk mencabut sanksi terhadap Rusia. Di Jerman, Sahra Wagenknecht, pemimpin partai BSW, telah menyerukan dimulainya kembali impor minyak Rusia untuk menurunkan harga, sementara Alice Weidel, ketua bersama AfD, telah mendesak diakhirinya ketergantungan sepihak pada AS dan Timur Tengah untuk LNG.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, dan Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini telah berulang kali mengecam sanksi blok tersebut terhadap Moskow, dengan mengatakan sanksi tersebut merugikan perekonomian Uni Eropa.

Baca juga: IRGC Serang Kapal Tanker Minyak AS, Peringatkan Kapal-kapal di Selat Hormuz
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Tertinggi sejak 2014,...
Tertinggi sejak 2014, Inflasi September Tembus 1,17 Persen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved