Terungkap, Negara-negara Arab Frustrasi Tak Ditolong AS saat Diserang Iran

Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:54 WIB
loading...
A A A
Bader Mousa Al-Saif, seorang analis yang berbasis di Kuwait dari Chatham House, mengatakan AS tampaknya telah meremehkan risiko bagi sekutu Arab Teluknya, dengan percaya bahwa pasukan Amerika dan Israel akan menjadi target utama pembalasan Iran.

“Saya rasa mereka tidak melihat bahwa akan ada banyak risiko bagi negara-negara Teluk,” katanya, seraya menambahkan bahwa kurangnya rencana untuk melindungi negara-negara Teluk “menunjukkan pandangan sempit AS.”

Frustrasi di beberapa negara Teluk sebagian didorong oleh keberhasilan relatif Israel dalam menembak jatuh drone dan rudal dibandingkan dengan beberapa negara tetangganya, menurut seseorang yang mengetahui masalah diplomatik sensitif ini dan tidak berwenang untuk berkomentar secara terbuka.

Sistem pertahanan udara mereka memang tidak sekuat sistem Israel, tetapi menurut sumber tersebut, para pejabat AS agak bingung mengapa negara-negara Teluk masih belum menunjukkan keinginan untuk melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal ke target Iran.

Elliott Abrams, yang menjabat sebagai perwakilan khusus untuk Iran dan Venezuela pada akhir masa jabatan pertama Trump, mengatakan bahwa para pejabat keamanan nasional AS dan sekutu mereka di Teluk menyadari bahwa Iran memiliki kemampuan untuk melakukan serangan signifikan.

“Dan negara-negara tetangga mengetahuinya dan takut akan hal itu. Tetapi tidak pernah jelas apakah Iran akan benar-benar melakukannya, karena mereka memiliki banyak hal yang akan hilang,” kata Abrams.

“Serangan-serangan ini akan meninggalkan permusuhan jangka panjang, dan jika terus berlanjut, negara-negara Arab Teluk mungkin akan mulai menyerang Iran.”

Michael Ratney, mantan duta besar AS untuk Arab Saudi, mengatakan bahwa meskipun negara-negara Teluk memiliki kepentingan untuk melihat Iran melemah, mereka juga memiliki kekhawatiran utama tentang perang yang sedang berlangsung—termasuk kerusakan ekonomi dan ketidakstabilan yang ditimbulkannya serta sifatnya yang tidak pasti.

Ratney, yang sekarang menjadi penasihat senior di program Timur Tengah dari Center for Strategic and International Studies, mengatakan: “Apa yang akan terjadi selanjutnya? Negara-negara Teluk harus menanggung dampak terberat dari apa pun itu.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved