Terungkap, Negara-negara Arab Frustrasi Tak Ditolong AS saat Diserang Iran

Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:54 WIB
loading...
Terungkap, Negara-negara...
Negara-negara Arab diam-diam frustrasi karena tidak ditolong Amerika Serikat saat diserang Iran, padahal perang dipicu oleh serangan AS dan Israel. Foto/INSS
A A A
RIYADH - Sebuah laporan yang diterbitkan kantor berita AP mengungkap beberapa negara Arab di kawasan Teluk frustrasi karena tidak ditolong Amerika Serikat (AS) ketika wilayah mereka menjadi target serangan balas dendam Iran. Mereka juga mengeluh karena tidak diberi waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi gempuran drone dan rudal Teheran.

Negara-negara Arab tersebut merasa hanya terkena getah dari tindakan AS dan Israel yang menyerang Iran lebih dulu pada 28 Februari—yang kini berubah menjadi perang yang meluas di Timur Tengah dan sekitarnya.

Para pejabat dari dua negara Teluk mengatakan pemerintah mereka kecewa dengan cara AS menangani perang ini, khususnya serangan awal terhadap Iran Sabtu pekan lalu.

Baca Juga: Iran Ogah Minta Gencatan Senjata: Militer AS Rasakan Bencana Besar Jika Lakukan Invasi Darat!

Mereka mengatakan negara mereka tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu tentang serangan AS-Israel dan mengeluh bahwa AS telah mengabaikan peringatan mereka bahwa perang tersebut akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi seluruh kawasan.

Salah satu pejabat mengatakan bahwa negara-negara Teluk merasa frustrasi dan bahkan marah karena militer AS belum cukup membela mereka. Dia mengatakan ada keyakinan di kawasan itu bahwa operasi tersebut berfokus pada membela Israel dan pasukan Amerika, sementara negara-negara Teluk dibiarkan melindungi diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa persediaan rudal pencegat negaranya "berkurang dengan cepat."

Seperti pejabat lainnya dalam laporan AP, para pejabat Teluk berbicara dengan syarat anonim karena mereka sedang membahas masalah diplomatik yang bersifat rahasia.

Pemerintah Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain tidak menanggapi permintaan komentar.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan sebagai tanggapan: “Serangan rudal balistik balasan Iran telah berkurang 90% karena Operasi Epic Fury menghancurkan kemampuan mereka untuk menembakkan senjata ini atau memproduksi lebih banyak. Presiden [Donald] Trump berhubungan erat dengan semua mitra regional kami, dan serangan rezim teroris Iran terhadap negara-negara tetangganya membuktikan betapa pentingnya bagi Presiden Trump untuk menghilangkan ancaman ini bagi negara kita dan sekutu kita.”

Pentagon tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Reaksi resmi dari negara-negara Arab Teluk cenderung tenang, tetapi tokoh-tokoh publik yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah mereka secara terbuka mengkritik AS, menunjukkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyeret Presiden Donald Trump ke dalam perang yang tidak perlu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved