Trump Ragukan Keakuratan Hasil Pilpres AS

Jum'at, 18 September 2020 - 04:39 WIB
loading...
A A A
“Rakyat Amerika akan memutuskan pemilihan ini. Dan pemerintah Amerika Serikat sangat mampu mengawal pelanggar keluar dari Gedung Putih,” kata juru bicara Andrew Bates dalam pernyataan itu.

Sementara itu, para pemilih Demokrat menerima surat suara mail-in dengan harga jauh di atas rekan-rekan Republik mereka, menurut data dari pemilihan negara bagian dan lokal baru-baru ini.(Baca juga: Iklan Kampanye Trump Dukung Pasukan AS, tapi Pakai Gambar Jet Tempur Rusia )

Tren itu mengkhawatirkan Partai Republik, lebih dari dua lusin pejabat Republik dari enam negara bagian yang bersaing secara politik mengatakan kepada Reuters bulan lalu. Mereka khawatir Demokrat akan mendapatkan lebih banyak suara mail-in secara signifikan pada November, defisit yang mungkin sulit diatasi jika pandemi menekan jumlah pemilih pada Hari Pemilu.

Di Pennsylvania, negara bagian yang dimenangkan Trump dengan tipis pada tahun 2016 dan dianggap penting untuk upayanya terpilih kembali, tim kampanye Trump berusaha melarang kotak penyimpanan dan perubahan lain pada prosedur pemungutan suara. Seorang hakim federal mengeluarkan penundaan atas gugatan itu pada bulan Agustus, sambil menunggu tindakan atas tuntutan hukum serupa di pengadilan negara bagian.

Tim kampanye Trump juga telah mengajukan tuntutan hukum di Nevada, New Jersey dan Montana atas masalah pemungutan suara sejak Agustus.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Trump: Jika Bukan karena...
Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Rekomendasi
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved