Kongres Gagal Hentikan Trump, Perang AS Melawan Iran Bisa Lama

Kamis, 05 Maret 2026 - 13:34 WIB
loading...
Kongres Gagal Hentikan...
Kongres AS gagal menghentikan operasi militer yang diluncurkan Presiden Donald Trump terhadap Iran. Ini bisa membuat perang semakin lama. Foto/Brookings
A A A
WASHINGTON - Kongres Amerika Serikat (AS) gagal menghentikan Operasi Epic Fury yang diluncurkan Presiden Donald Trump dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu. Kegagalan terjadi setelah Senat (majelis tinggi) memblokir resolusi yang diajukan para anggota Parlemen (majelis rendah) pada Rabu waktu Washington.

Langkah bipartisan tersebut, yang diajukan oleh perwakilan Partai Demokrat Tim Kaine dan perwakilan Partai Republik Rand Paul, akan mengharuskan penarikan pasukan AS dari permusuhan terhadap Iran kecuali Kongres mengizinkan kampanye militer tersebut.

Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel

Namun, dengan Partai Republik memegang mayoritas 53-47 di majelis tinggi Kongres dan sebagian besar mendukung keputusan Trump untuk menyerang Iran bersama Israel, resolusi tersebut gagal dengan selisih suara.

Pemungutan suara tersebut terjadi lima hari setelah konflik yang berkembang pesat yang telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa tokoh senior di Teheran, sementara pasukan AS telah tewas dalam serangan Iran terhadap pangkalan AS di Kuwait.

Partai Demokrat berpendapat Trump secara tidak konstitusional mengabaikan Kongres ketika dia memerintahkan kampanye udara dan mengatakan bahwa pemerintahan telah memberikan pembenaran yang berubah-ubah untuk perang tersebut.

"Izinkan saya mengatakannya seperti ini, tidak ada bukti apa pun yang disajikan di ruangan ini...yang menunjukkan bahwa AS menghadapi ancaman langsung dari Iran," kata Kaine kepada AFP setelah pengarahan rahasia dari para pejabat pemerintah.

Partai Republik sebagian besar telah mendukung pemimpin mereka, meskipun beberapa telah mengisyaratkan bahwa dukungan mereka dapat berkurang jika perang meluas atau berlarut-larut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved