Sistem Pertahanan Udara Jebol! AS Terbukti Tidak Bela Negara-Negara Arab

Selasa, 03 Maret 2026 - 02:20 WIB
loading...
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem pertahanan udara jebol sebagai bukti AS tidak bela negara-negara Arab. Foto/X
A A A
TEHERAN - Negara-negara Teluk Arab tidak akan dapat mengandalkan payung keamanan AS. Itu diungkap sebuah media resmi Iran yang dekat dengan lembaga keamanan nasional Iran .

Komentar di saluran Telegram Nour pada dasarnya memperingatkan negara-negara Teluk bahwa mereka akan dikorbankan untuk kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

“Kehadiran sistem canggih dan pasukan AS di Teluk Persia bukanlah jaminan keamanan nasional negara tuan rumah,” katanya.

Pasukan AS hadir di berbagai pangkalan di seluruh negara-negara Teluk, serta di Yordania. Iran telah mengatakan sejak awal serangan AS dan Israel pada hari Sabtu bahwa pembalasannya ditujukan pada pangkalan-pangkalan tersebut dan fasilitas terkait, bukan pada negara-negara Teluk itu sendiri.

AS bertindak untuk kepentingannya sendiri, menurut komentar Nour, yang berjudul “Pelajaran Perang dan Masa Depan Keamanan Arab di Teluk Persia.”



Keputusan AS untuk memulai serangan terhadap Iran “menunjukkan bahwa kepentingan dan keamanan Israel lebih diprioritaskan oleh Washington daripada menjaga keamanan negara-negara Arab di Teluk Persia.”

“Negara-negara Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terpapar risiko dan keamanan mereka tidak terjamin.”

“Negara-negara Arab harus belajar dari pengalaman ini,” kata Nour, dan mengembangkan “keamanan berkelanjutan berdasarkan kepentingan bersama,” yang akan mencegah mereka “dikorbankan untuk kepentingan strategis asing.”

Sementara itu, kepala keamanan nasional Iran, Ali Larijani, memperingatkan bahwa negara itu telah "mempersiapkan diri untuk perang yang panjang" pada hari Senin, setelah pemboman AS dan Israel pada akhir pekan memicu gelombang kekerasan regional.

“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang,” kata Larijani dalam sebuah unggahan di X. “Seperti dalam 300 tahun terakhir, Iran tidak memulai perang ini dan Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani tidak terlibat dalam serangan apa pun kecuali untuk membela diri.”

“Kita akan dengan gigih membela diri dan peradaban kita yang berusia 6.000 tahun tanpa mempedulikan biayanya dan akan membuat musuh menyesal atas kesalahan perhitungan mereka,” tambah kepala keamanan tersebut.

Kampanye militer AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu, memicu serangan balasan dari Teheran terhadap pangkalan udara AS di wilayah tersebut dan memicu serangan lebih lanjut di tempat lain. Ratusan orang telah tewas – termasuk setidaknya 555 orang di Iran saja, menurut Palang Merah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved