Mengapa Negara-negara Arab Tak Bersimpati atas Kematian Pemimpin Iran Ayatollah Khamenei?
Senin, 02 Maret 2026 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
“Mohon terima belasungkawa mendalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya,” bunyi pesan Putin untuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang diterbitkan di situs web Kremlin.
Putin menambahkan, "Di Rusia, Khamenei akan dikenang sebagai negarawan luar biasa yang memberikan kontribusi pribadi yang besar bagi pengembangan hubungan persahabatan Rusia-Iran dan membawanya ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif”.
Pemerintah China mengatakan pihaknya mengutuk keras pembunuhan Khamenei.
Mereka menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran, menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam PBB dan norma-norma dasar hubungan internasional.
“China dengan tegas menentang dan mengutuk keras hal ini,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan, sambil menyerukan “penghentian segera operasi militer”.
Pemerintah Korea Utara mengatakan tindakan AS dan Israel membunuh Khamenei seperti aksi gangster.
"Serangan tersebut merupakan tindakan agresi yang sepenuhnya ilegal dan bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling keji," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, menurut media pemerintah, KCNA.
Pyongyang menuduh Washington dan sekutunya melakukan “perilaku tak tahu malu dan seperti gangster” serta menyalahgunakan kekuatan militer untuk memenuhi “ambisi egois dan hegemonik”.
Putin menambahkan, "Di Rusia, Khamenei akan dikenang sebagai negarawan luar biasa yang memberikan kontribusi pribadi yang besar bagi pengembangan hubungan persahabatan Rusia-Iran dan membawanya ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif”.
Pemerintah China mengatakan pihaknya mengutuk keras pembunuhan Khamenei.
Mereka menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran, menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam PBB dan norma-norma dasar hubungan internasional.
“China dengan tegas menentang dan mengutuk keras hal ini,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan, sambil menyerukan “penghentian segera operasi militer”.
Pemerintah Korea Utara mengatakan tindakan AS dan Israel membunuh Khamenei seperti aksi gangster.
"Serangan tersebut merupakan tindakan agresi yang sepenuhnya ilegal dan bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling keji," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, menurut media pemerintah, KCNA.
Pyongyang menuduh Washington dan sekutunya melakukan “perilaku tak tahu malu dan seperti gangster” serta menyalahgunakan kekuatan militer untuk memenuhi “ambisi egois dan hegemonik”.
Lihat Juga :