Donald Trump: 'Khamenei, Salah Satu Orang Paling Jahat dalam Sejarah, Telah Meninggal'

Minggu, 01 Maret 2026 - 05:58 WIB
loading...
Donald Trump: Khamenei,...
Presiden AS Donald Trump klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal setelah serangan gabungan AS-Israel. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal. Klaim ini disampaikan beberapa jam setelah serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” klaim Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social.

Baca Juga: Media Israel: Foto Jenazah Khamenei Ditunjukkan kepada Trump dan Netanyahu

“Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” imbuh Trump.

“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” lanjut Presiden AS.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada banyak tanda bahwa Khamenei telah terbunuh.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada NBC News bahwa Khamenei masih hidup. "Sejauh yang saya ketahui," ujarnya. "Semua pejabat tinggi masih hidup," lanjut dia, Minggu (1/3/2026).

Ketika ditanya tentang kesehatan Khamenei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi apa pun. "Tetapi seluruh sistem, seluruh bangsa fokus pada membela integritas nasional (kami)," katanya.

"30 Bom Dijatuhkan di Kediaman Khamenei"


Beberapa serangan pertama AS dan Israel pada hari Sabtu menghantam area dekat kantor Khamenei, meskipun laporan menunjukkan bahwa dia telah dipindahkan ke lokasi yang aman sebelumnya. Citra satelit yang diunggah oleh New York Times menunjukkan kerusakan yang terlihat pada kompleks kediamannya di Teheran, yang juga berfungsi sebagai kediaman resminya.

Jurnalis Amit Segal dari Channel 12 Israel, yang dikenal dekat dengan Netanyahu, mengatakan: "Tiga puluh bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri."

Setelah serangan tersebut, baik Netanyahu maupun Trump mengisyaratkan perubahan rezim di Iran.

"Kepada rakyat Iran yang hebat dan bangga, saya katakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda sudah dekat. Tetaplah berlindung. Jangan tinggalkan rumah Anda. Di luar sangat berbahaya. Bom akan berjatuhan di mana-mana. Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi," kata Trump setelah serangan tersebut.

Netanyahu juga menyampaikan nada serupa dengan langsung berbicara kepada penduduk Iran. "Kita memiliki musuh bersama, rezim Ayatollah yang kejam yang telah..."

"Mereka telah mengambil alih kekuasaan melalui kekuatan-kekuatan penindas. Merekalah yang telah merendahkan negara Anda yang indah, membawanya ke titik terendah, dan merekalah yang membantai Anda secara massal," katanya.

Serangan pada hari Sabtu berubah menjadi eskalasi militer yang lebih luas setelah Iran menanggapi dengan melancarkan serangkaian serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Akhir dari Pemerintahan 36 Tahun?


Ayatollah Ali Khamenei meneruskan kekuasaan dari Ruhollah Khomeini pada tahun 1989 dan, meskipun ada keraguan awal tentang cengkeramannya pada kekuasaan, dia memerintah selama 36 tahun.

Tahun-tahun terakhirnya penuh gejolak—kelompok proksi Iran; Hamas dan Hizbullah, melemah karena serangan Israel, serta protes atas kondisi ekonomi yang memuncak pada bulan Januari dan ditanggapi dengan penindakan brutal. Selain itu juga terjadi perang 12 hari Iran dengan Israel pada Juni lalu, yang diikuti serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved