Bukan hanya Israel, Rudal Iran Juga Menarget Pangkalan AS di Bahrain dan Qatar
Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:22 WIB
loading...
Rudal Iran menarget pangkalan AS di Bahrain dan Qatar. Foto/X/@TonySeruga
A
A
A
TEHERAN - Rudal Iran bukan hanya menarget Israel semata. Tetapi, Iran menunjukkan keseriusan dengan menyerang pangkalan Amerika Serikat di negara-negara.
Iran juga menarget pangkalan militer AS di Qatar. Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa sebuah rudal Iran telah dicegat oleh sistem pertahanan Patriot.Seorang pejabat Qatar mengatakan bahwa Qatar telah mencegat dua rudal Iran di atas wilayah negaranya.
Kemudian, Al Jazeera melaporkan terdengar ledakan besar di Bahrain.Iran melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan AS di Bahrain, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars.
"Pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain telah menjadi sasaran serangan rudal," lapor Kantor Berita Bahrain.
Bahrain adalah sekutu utama AS di Teluk Persia, dan merupakan tuan rumah tetap markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka memberi tahu Israel untuk "bersiap menghadapi apa yang akan datang, dan tanggapan kami akan dipublikasikan, dan tidak ada garis merah".
Baca Juga: Kantor Khamenei Jadi Target Serangan Israel dan AS, Bagaimana Hasilnya?
“Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu, dilansir Al Jazeera.
“Amerika Serikat dan Israel telah memulai agresi dan perang yang akan memiliki dampak luas dan jangka panjang. Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa setiap seruan agar Iran menunjukkan pengekangan atau menyerah adalah "tidak dapat diterima dan hanya angan-angan belaka".
Sebelumnya, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka memberi tahu Israel untuk "bersiap menghadapi apa yang akan datang, dan tanggapan kami akan dipublikasikan, dan tidak ada garis merah".
“Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu.
“Amerika Serikat dan Israel telah memulai agresi dan perang yang akan memiliki dampak luas dan jangka panjang. Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa setiap seruan agar Iran menunjukkan pengekangan atau menyerah adalah "tidak dapat diterima dan hanya angan-angan belaka".
Sebelumnya, IRGC Iran mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel menyusul serangan AS-Israel.
“Sebagai tanggapan atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran oleh Republik Islam Iran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai.”
Iran juga menarget pangkalan militer AS di Qatar. Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa sebuah rudal Iran telah dicegat oleh sistem pertahanan Patriot.Seorang pejabat Qatar mengatakan bahwa Qatar telah mencegat dua rudal Iran di atas wilayah negaranya.
Kemudian, Al Jazeera melaporkan terdengar ledakan besar di Bahrain.Iran melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan AS di Bahrain, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars.
"Pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain telah menjadi sasaran serangan rudal," lapor Kantor Berita Bahrain.
Bahrain adalah sekutu utama AS di Teluk Persia, dan merupakan tuan rumah tetap markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka memberi tahu Israel untuk "bersiap menghadapi apa yang akan datang, dan tanggapan kami akan dipublikasikan, dan tidak ada garis merah".
Baca Juga: Kantor Khamenei Jadi Target Serangan Israel dan AS, Bagaimana Hasilnya?
“Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu, dilansir Al Jazeera.
“Amerika Serikat dan Israel telah memulai agresi dan perang yang akan memiliki dampak luas dan jangka panjang. Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa setiap seruan agar Iran menunjukkan pengekangan atau menyerah adalah "tidak dapat diterima dan hanya angan-angan belaka".
Sebelumnya, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka memberi tahu Israel untuk "bersiap menghadapi apa yang akan datang, dan tanggapan kami akan dipublikasikan, dan tidak ada garis merah".
“Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu.
“Amerika Serikat dan Israel telah memulai agresi dan perang yang akan memiliki dampak luas dan jangka panjang. Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa setiap seruan agar Iran menunjukkan pengekangan atau menyerah adalah "tidak dapat diterima dan hanya angan-angan belaka".
Sebelumnya, IRGC Iran mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel menyusul serangan AS-Israel.
“Sebagai tanggapan atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran oleh Republik Islam Iran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai.”
(ahm)
Lihat Juga :