Armada Pesawat Pengisi Bahan Bakar AS Menuju Israel, Iran: Sampai Tetes Darah Terakhir
Jum'at, 27 Februari 2026 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan setelah pembicaraan hari Kamis bahwa kedua pihak telah "semakin dekat dengan kesepakatan" pada isu-isu tertentu.
Ia menggambarkan sesi tersebut sebagai salah satu putaran "paling serius dan terpanjang" sejak diplomasi dilanjutkan.
"Kesungguhan antara kedua pihak lebih jelas daripada sebelumnya," kata Araghchi kepada wartawan, membenarkan tim teknis akan memulai diskusi di Wina mulai Senin.
Menurut Araghchi, pembicaraan tersebut membahas masalah terkait nuklir dan pencabutan sanksi. Ia mengatakan pihak Iran “dengan jelas menguraikan” tuntutannya mengenai sanksi dan “proposal yang signifikan dan praktis” telah dipertukarkan.
Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator, menggambarkan “kemajuan yang signifikan” dan menegaskan diskusi akan berlanjut setelah konsultasi di ibu kota masing-masing negara.
Sesi Jenewa dibagi menjadi dua bagian, dipisahkan oleh jeda empat jam, di mana kedua delegasi berkonsultasi dengan pimpinan mereka.
Kehadiran Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi digambarkan oleh pejabat Iran sebagai “bermanfaat dari sudut pandang teknis.”
Pada saat yang sama, Teheran menolak laporan media Barat yang menyatakan mereka akan membongkar situs nuklir utama atau mentransfer uranium yang diperkaya ke luar negeri.
Elyas Hazrati, kepala divisi informasi pemerintah Iran, mengatakan laporan tersebut “tidak mencerminkan realitas pembicaraan.”
Ia menggambarkan sesi tersebut sebagai salah satu putaran "paling serius dan terpanjang" sejak diplomasi dilanjutkan.
"Kesungguhan antara kedua pihak lebih jelas daripada sebelumnya," kata Araghchi kepada wartawan, membenarkan tim teknis akan memulai diskusi di Wina mulai Senin.
Menurut Araghchi, pembicaraan tersebut membahas masalah terkait nuklir dan pencabutan sanksi. Ia mengatakan pihak Iran “dengan jelas menguraikan” tuntutannya mengenai sanksi dan “proposal yang signifikan dan praktis” telah dipertukarkan.
Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator, menggambarkan “kemajuan yang signifikan” dan menegaskan diskusi akan berlanjut setelah konsultasi di ibu kota masing-masing negara.
Sesi Jenewa dibagi menjadi dua bagian, dipisahkan oleh jeda empat jam, di mana kedua delegasi berkonsultasi dengan pimpinan mereka.
Kehadiran Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi digambarkan oleh pejabat Iran sebagai “bermanfaat dari sudut pandang teknis.”
Pada saat yang sama, Teheran menolak laporan media Barat yang menyatakan mereka akan membongkar situs nuklir utama atau mentransfer uranium yang diperkaya ke luar negeri.
Elyas Hazrati, kepala divisi informasi pemerintah Iran, mengatakan laporan tersebut “tidak mencerminkan realitas pembicaraan.”
Lihat Juga :