Angkatan Laut AS Tarik Semua Kapalnya dari Pangkalan di Bahrain di Tengah Ketegangan dengan Iran

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:30 WIB
loading...
Angkatan Laut AS Tarik...
Kapal induk USS Gerald R. Ford berlabuh di Teluk Souda di Pulau Kreta, Yunani, pada 24 Februari 2026. Foto/Stefanos Rapanis/Anadolu Agency
A A A
MANAMAH - Citra satelit menunjukkan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah menarik semua kapalnya dari pangkalan di Bahrain. Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa markas besar Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain dapat menjadi target Iran jika terjadi konflik, menurut Associated Press.

Langkah serupa diambil Angkatan Laut AS pada bulan Juni, setelah serangan terhadap fasilitas nuklir. Militer Israel sekarang memperkirakan Amerika Serikat telah mencapai "titik tanpa kembali" terkait kemungkinan serangan, dan pejabat militer dan politik senior hanya akan menerima pemberitahuan yang sangat singkat sebelum serangan AS terjadi.

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dilanjutkan pada hari Kamis di Jenewa, Swiss, dengan mediasi Oman. Namun, ancaman aksi militer AS tetap ada dan dapat terwujud kapan saja.

Sejumlah besar pasukan AS dikerahkan di seluruh Timur Tengah, termasuk kapal induk, jet tempur F-22 yang telah mendarat di Israel, kapal perusak, dan pesawat EC-130H Compass Call, yang dianggap sebagai salah satu platform paling canggih untuk peperangan elektronik.

Seorang perwira senior purnawirawan yang terlibat dalam operasi regional mengatakan, “Peluang Amerika Serikat untuk menahan diri dari melancarkan serangan semakin berkurang dari jam ke jam.

“Pertanyaannya adalah kapan serangan pertama akan terjadi, seperti apa bentuknya, dan seberapa luas jangkauannya.”

Baca juga: Usai Baku Tembak Mematikan, Kuba Identifikasi Penyusup Teroris dari AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved