Khamenei Disebut Jalankan 'Negara dalam Negara' via Jaringan Rahasia 4.000 Orang di Iran

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:13 WIB
loading...
A A A
Laporan ini merinci bagaimana struktur tersebut menjangkau langsung ke rantai komando militer Iran, dengan promosi senior yang membutuhkan persetujuan dari kantor Pemimpin Tertinggi dan badan kontra intelijen paralel yang memantau loyalitas di seluruh angkatan bersenjata.

Bayt, menurut laporan itu, juga memainkan peran penting dalam negosiasi nuklir dan pengambilan keputusan di masa perang, memastikan otoritas tertinggi tetap terkonsentrasi di sekitar pemimpin tertinggi.

Jaringan tersebut, kata Aarabi, secara efektif menduplikasi kementerian negara di dalam kantor Khamenei, memungkinkan pengawasan langsung dan penegakan ideologis di seluruh lembaga pemerintah, universitas, dan lembaga budaya.

Lebih lanjut, laporan itu juga menguraikan bagaimana Bayt mempertahankan ketahanan rezim melalui kendali atas ekonomi, lembaga keagamaan, dan sistem pendidikan. Jaringan yayasan dan konglomerat yang terkait dengan pemimpin tertinggi mengawasi sektor-sektor utama ekonomi Iran, sementara lembaga-lembaga keagamaan, universitas, dan badan-badan budaya dipantau oleh perwakilan yang ditempatkan di sana yang bertugas menegakkan kepatuhan ideologis dan menekan perbedaan pendapat.

"Anggaplah Bayt sebagai inti dari kekuatan utama rezim," kata Aarabi.

Temuan ini muncul di tengah spekulasi baru tentang kesehatan Khamenei dan berkurangnya visibilitas publik, serta meningkatnya ketegangan regional dan kemungkinan konfrontasi militer yang melibatkan Iran.

Aarabi menepis anggapan bahwa ketidakhadiran Khamenei di depan publik menandakan melemahnya otoritas atau perpecahan internal.

"Kita melihat ini selama perang 12 hari...bahkan jika dia bersembunyi di bunker, dia tetap memegang kendali penuh. Bayt telah memperketat cengkeraman kekuasaan Khamenei," katanya.

Struktur tersebut, menurutnya, sengaja dibangun untuk berfungsi bahkan tanpa kehadiran fisik pemimpin tertinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved