Ukraina Akan Disuplai Senjata Nuklir, Rusia Marah Besar!
Rabu, 25 Februari 2026 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Nebenzia menggemakan peringatan sebelumnya dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, yang mengatakan bahwa setiap upaya untuk memberikan kemampuan nuklir kepada Ukraina berisiko memicu konfrontasi militer langsung antara kekuatan nuklir.
Baca Juga: Intelijen Israel Klaim AS Akan Serang Iran dalam Waktu 5 Hari Kedepan
Para pejabat di Kiev berulang kali mengklaim bahwa negara mereka pernah memiliki persenjataan nuklir terbesar ketiga di dunia dan melepaskannya berdasarkan Memorandum Budapest 1994. Pada kenyataannya, senjata nuklir ada di tanah Ukraina setelah runtuhnya Uni Soviet tetapi tetap berada di bawah kendali Moskow, dengan Rusia dianggap sebagai satu-satunya penerus sah Uni Soviet.
Pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky mengancam akan meninjau status non-nuklir negara itu pada Konferensi Keamanan Munich 2022, tak lama sebelum konflik dengan Rusia meningkat.
Moskow berpendapat bahwa setelah kudeta yang didukung Barat pada tahun 2014 di Kiev, pemerintah baru Ukraina melanggar janji netralitas yang mendasari kemerdekaan pasca-Sovietnya dengan menjadikan keanggotaan NATO sebagai tujuan kebijakan luar negeri utama.
Baca Juga: Intelijen Israel Klaim AS Akan Serang Iran dalam Waktu 5 Hari Kedepan
Para pejabat di Kiev berulang kali mengklaim bahwa negara mereka pernah memiliki persenjataan nuklir terbesar ketiga di dunia dan melepaskannya berdasarkan Memorandum Budapest 1994. Pada kenyataannya, senjata nuklir ada di tanah Ukraina setelah runtuhnya Uni Soviet tetapi tetap berada di bawah kendali Moskow, dengan Rusia dianggap sebagai satu-satunya penerus sah Uni Soviet.
Pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky mengancam akan meninjau status non-nuklir negara itu pada Konferensi Keamanan Munich 2022, tak lama sebelum konflik dengan Rusia meningkat.
Moskow berpendapat bahwa setelah kudeta yang didukung Barat pada tahun 2014 di Kiev, pemerintah baru Ukraina melanggar janji netralitas yang mendasari kemerdekaan pasca-Sovietnya dengan menjadikan keanggotaan NATO sebagai tujuan kebijakan luar negeri utama.
(ahm)
Lihat Juga :