5 Kelemahan AS yang Disampaikan Pentagon kepada Trump ketika Menyerang Iran

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:56 WIB
loading...
5 Kelemahan AS yang...
AS memiliki banyak kelemahan ketika menyerang Iran. Foto/X/@CVN78_GRFord
A A A
WASHINGTON - Saat pemerintahan Donald Trump memperdebatkan apakah akan meluncurkan operasi militer terhadap Iran , perwira militer tertinggi Amerika telah memperingatkan bahwa persediaan senjata yang menipis dan dukungan sekutu yang terbatas dapat secara signifikan meningkatkan risiko kampanye berkelanjutan apa pun.

5 Kelemahan AS yang Disampaikan Pentagon kepada Trump ketika Menyerang Iran

1. AS Kekurangan Amunisi

Melansir Washington Post, mengutip sumber yang mengetahui diskusi internal, surat kabar tersebut mengatakan Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, memperingatkan Presiden Donald Trump dan para pejabat senior selama pertemuan di Gedung Putih pekan lalu bahwa kekurangan amunisi penting dapat mempersulit perencanaan militer dan meningkatkan bahaya bagi personel AS di seluruh wilayah tersebut.

Kekhawatiran tersebut, menurut laporan Washington Post, sebagian besar berasal dari konsumsi besar sistem rudal canggih dan pencegat dalam konflik baru-baru ini, termasuk pembelaan berkelanjutan Washington terhadap Israel dan bantuan militer kepada Ukraina. Komitmen ini, kata para analis, telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada persediaan senjata presisi canggih dan sistem pertahanan AS.

Meskipun para pejabat Pentagon secara rutin menyampaikan berbagai opsi militer kepada para pemimpin sipil, laporan tersebut menyoroti meningkatnya keresahan di kalangan pertahanan tentang skala dan kompleksitas kampanye potensial apa pun terhadap Iran.


2. Iran Memiliki Kemampuan Rudal yang Kuat

Menurut Post, Caine menekankan bahwa geografi Iran yang luas, infrastruktur militer yang kuat, dan kemampuan rudal yang ekstensif akan menghadirkan tantangan operasional yang berat. Upaya apa pun untuk melemahkan program rudal Teheran saja dapat memerlukan serangan terhadap ratusan target yang tersebar, termasuk peluncur bergerak, depot pasokan, dan sistem pertahanan udara.

Tujuan yang lebih ambisius — seperti destabilisasi rezim — akan secara dramatis memperluas target, berpotensi meluas ke ribuan lokasi dan menuntut operasi yang berkepanjangan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Terlepas dari peringatan tersebut, Gedung Putih berusaha untuk menunjukkan kepercayaan diri. Juru bicara Anna Kelly mengatakan kepada surat kabar bahwa Presiden Trump mempertimbangkan berbagai pandangan sebelum membuat keputusan keamanan nasional dan menggambarkan Caine sebagai anggota tim pertahanan pemerintahan yang "sangat dihargai".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved