5 Kelemahan AS yang Disampaikan Pentagon kepada Trump ketika Menyerang Iran

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:56 WIB
loading...
A A A
Sistem pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), baterai rudal Patriot, dan sistem rudal Standard untuk angkatan laut telah digunakan secara luas dalam operasi baru-baru ini. Namun, siklus produksi untuk senjata kompleks tersebut tetap lambat, dengan beberapa penggantian membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diproduksi.

“Tidak ada solusi cepat untuk masalah ini,” kata analis pertahanan kepada surat kabar tersebut, menunjuk pada waktu tunggu yang lama terkait dengan pengisian kembali persediaan rudal canggih.

Seorang pejabat AS yang dikutip oleh Post mengakui tantangan tersebut secara blak-blakan: persediaan global dikelola secara terpusat, dan tidak ada satu komando pun yang memiliki semua sumber daya yang mungkin dibutuhkan untuk konflik intensitas tinggi secara simultan.

5. Kewalahan Menghadapi Serangan Balasan

Meskipun perencanaan militer semakin intensif, saluran diplomatik tetap aktif. Pembicaraan antara negosiator AS dan Iran dijadwalkan akan dilanjutkan di Jenewa, meskipun perbedaan pendapat tetap ada mengenai batasan pengayaan uranium dan mekanisme verifikasi.

Beberapa pejabat khawatir bahwa bahkan serangan terbatas pun dapat memicu siklus pembalasan yang tidak terduga yang melibatkan pasukan rudal Iran dan milisi sekutu di seluruh Timur Tengah.

Untuk saat ini, laporan Washington Post menggambarkan sebuah pemerintahan yang mempertimbangkan kekuatan di tengah kendala logistik, strategis, dan politik yang berat — sebuah pengingat bahwa peperangan modern dibentuk oleh rantai pasokan dan aliansi sama seperti oleh perhitungan di medan perang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved