Rob Jetten Dilantik sebagai PM Gay Pertama Belanda
Senin, 23 Februari 2026 - 12:47 WIB
loading...
Rob Jetten akan dilantik sebagai PM termuda Belanda pada Senin (23/2/2026). Dia juga akan menjadi PM gay pertama Belanda. Foto/ANP
A
A
A
DEN HAAG - Pemerintahan baru Belanda akan dilantik hari ini (23/2/2026), dengan Rob Jetten (38) akan menjadi perdana menteri (PM) termuda dalam sejarah negara itu. Dia juga akan menjadi PM gay pertama yang secara terbuka mengakui orientasi seksualnya.
Jetten meraih kemenangan pemilu yang mengejutkan pada bulan Oktober lalu, bangkit dari ketertinggalan untuk menggulingkan Partai Kebebasan (PVV) sayap kanan yang dipimpin oleh politisi garis keras Geert Wilders dengan selisih suara yang sangat tipis.
Baca Juga: Inilah Rob Jetten, Calon PM Termuda Belanda yang Mengaku Gay
Pemilu sela diadakan setelah PVV menarik diri dari koalisi pemerintahan sebelumnya—pemerintahan paling kanan dalam sejarah Belanda—, yang hanya berlangsung selama 11 bulan.
Partai D66 pimpinan Jetten telah bergabung dengan partai CDA sayap kanan tengah dan partai liberal VVD untuk membentuk koalisi, tetapi akan kekurangan sembilan kursi untuk mencapai mayoritas Parlemen dengan hanya 66 kursi.
Partai-partai tersebut membutuhkan waktu 117 hari untuk membentuk koalisi mereka—jauh lebih singkat daripada 223 hari yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan sebelumnya.
Setelah kemenangan pemilu, Jetten menyatakan bahwa gerakan populis dapat dikalahkan. “Jika Anda berkampanye dengan pesan positif untuk negara Anda," katanya.
Dalam kampanyenya, Jetten mengatakan dia ingin mengembalikan Belanda ke jantung Eropa. "Karena tanpa kerja sama Eropa, kita tidak akan berada di mana pun," ujarnya.
Dalam manifesto yang diterbitkan pada Januari, ketiga partai tersebut berjanji untuk memberikan dukungan penuh kepada Ukraina dan bersumpah untuk memenuhi komitmen pengeluaran NATO negara tersebut.
Meskipun pemerintahan baru ini tidak se-kanan pemerintahan sebelumnya, pemerintahan ini masih memiliki “ciri khas sayap kanan”, kata Sarah de Lange, seorang profesor ilmu politik di Universitas Leiden, kepada AFP.
“Koalisi telah memilih pemotongan anggaran daripada menjalankan defisit untuk membiayai investasi apa pun yang ingin mereka lakukan dan terdapat kesinambungan substansial antara rencana imigrasi pemerintahan baru dan pemerintahan sebelumnya," kata De Lange.
Partai-partai tersebut telah berjanji untuk terus menekan migrasi, termasuk langkah-langkah seperti aturan yang lebih ketat tentang reunifikasi keluarga.
Mereka juga ingin memangkas tunjangan sosial, termasuk tunjangan pengangguran, untuk membantu membiayai investasi yang diusulkan di bidang militer dan pertahanan.
Namun karena koalisi akan bergantung pada dukungan dari partai-partai oposisi untuk meloloskan undang-undang. “Meloloskan reformasi yang lebih besar di Parlemen mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya,” kata De Lange.
Jetten dan kabinetnya akan dilantik pada hari Senin oleh Raja Willem-Alexander di Huis Ten Bosch di Den Haag.
Perdana menteri baru ini awalnya lebih tertarik pada koalisi yang luas termasuk Groenlinks/PvdA yang berhaluan kiri, tetapi hal ini ditentang keras oleh pemimpin VVD Dilan Yesilgoz.
Wilders, yang mengguncang kancah politik Eropa dengan kemenangan pemilu yang mengejutkan pada November 2023, melihat keberuntungannya merosot dalam pemilu tahun lalu.
Partai PVV yang dipimpinnya merosot dari 37 kursi pada tahun 2023 menjadi 26 kursi setelah kampanye yang secara luas dianggap kurang bersemangat.
PVV masih finis di posisi kedua, tetapi semua partai dalam koalisi telah menolak untuk bekerja sama dengan Wilders, sehingga dia terpinggirkan.
Namun, partai-partai sayap kanan lainnya telah meraih kemajuan di ekonomi terbesar kelima di Eropa.
Forum untuk Demokrasi, yang dipimpin oleh Lidewij de Vos (28), memperoleh empat kursi dalam pemilu 2025 dengan pesan menentang "imigrasi yang tidak terkendali" dan "Uni Eropa yang tidak ada harapan".
Partai sayap kanan garis keras JA21 juga melesat naik peringkat, memperoleh delapan kursi dan hampir mengamankan tempat di kabinet sebelum dihalangi oleh Jetten.
Jetten meraih kemenangan pemilu yang mengejutkan pada bulan Oktober lalu, bangkit dari ketertinggalan untuk menggulingkan Partai Kebebasan (PVV) sayap kanan yang dipimpin oleh politisi garis keras Geert Wilders dengan selisih suara yang sangat tipis.
Baca Juga: Inilah Rob Jetten, Calon PM Termuda Belanda yang Mengaku Gay
Pemilu sela diadakan setelah PVV menarik diri dari koalisi pemerintahan sebelumnya—pemerintahan paling kanan dalam sejarah Belanda—, yang hanya berlangsung selama 11 bulan.
Partai D66 pimpinan Jetten telah bergabung dengan partai CDA sayap kanan tengah dan partai liberal VVD untuk membentuk koalisi, tetapi akan kekurangan sembilan kursi untuk mencapai mayoritas Parlemen dengan hanya 66 kursi.
Partai-partai tersebut membutuhkan waktu 117 hari untuk membentuk koalisi mereka—jauh lebih singkat daripada 223 hari yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan sebelumnya.
Setelah kemenangan pemilu, Jetten menyatakan bahwa gerakan populis dapat dikalahkan. “Jika Anda berkampanye dengan pesan positif untuk negara Anda," katanya.
Dalam kampanyenya, Jetten mengatakan dia ingin mengembalikan Belanda ke jantung Eropa. "Karena tanpa kerja sama Eropa, kita tidak akan berada di mana pun," ujarnya.
Dalam manifesto yang diterbitkan pada Januari, ketiga partai tersebut berjanji untuk memberikan dukungan penuh kepada Ukraina dan bersumpah untuk memenuhi komitmen pengeluaran NATO negara tersebut.
Meskipun pemerintahan baru ini tidak se-kanan pemerintahan sebelumnya, pemerintahan ini masih memiliki “ciri khas sayap kanan”, kata Sarah de Lange, seorang profesor ilmu politik di Universitas Leiden, kepada AFP.
“Koalisi telah memilih pemotongan anggaran daripada menjalankan defisit untuk membiayai investasi apa pun yang ingin mereka lakukan dan terdapat kesinambungan substansial antara rencana imigrasi pemerintahan baru dan pemerintahan sebelumnya," kata De Lange.
Partai-partai tersebut telah berjanji untuk terus menekan migrasi, termasuk langkah-langkah seperti aturan yang lebih ketat tentang reunifikasi keluarga.
Wilders Terpinggirkan
Mereka juga ingin memangkas tunjangan sosial, termasuk tunjangan pengangguran, untuk membantu membiayai investasi yang diusulkan di bidang militer dan pertahanan.
Namun karena koalisi akan bergantung pada dukungan dari partai-partai oposisi untuk meloloskan undang-undang. “Meloloskan reformasi yang lebih besar di Parlemen mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya,” kata De Lange.
Jetten dan kabinetnya akan dilantik pada hari Senin oleh Raja Willem-Alexander di Huis Ten Bosch di Den Haag.
Perdana menteri baru ini awalnya lebih tertarik pada koalisi yang luas termasuk Groenlinks/PvdA yang berhaluan kiri, tetapi hal ini ditentang keras oleh pemimpin VVD Dilan Yesilgoz.
Wilders, yang mengguncang kancah politik Eropa dengan kemenangan pemilu yang mengejutkan pada November 2023, melihat keberuntungannya merosot dalam pemilu tahun lalu.
Partai PVV yang dipimpinnya merosot dari 37 kursi pada tahun 2023 menjadi 26 kursi setelah kampanye yang secara luas dianggap kurang bersemangat.
PVV masih finis di posisi kedua, tetapi semua partai dalam koalisi telah menolak untuk bekerja sama dengan Wilders, sehingga dia terpinggirkan.
Namun, partai-partai sayap kanan lainnya telah meraih kemajuan di ekonomi terbesar kelima di Eropa.
Forum untuk Demokrasi, yang dipimpin oleh Lidewij de Vos (28), memperoleh empat kursi dalam pemilu 2025 dengan pesan menentang "imigrasi yang tidak terkendali" dan "Uni Eropa yang tidak ada harapan".
Partai sayap kanan garis keras JA21 juga melesat naik peringkat, memperoleh delapan kursi dan hampir mengamankan tempat di kabinet sebelum dihalangi oleh Jetten.
(mas)
Lihat Juga :