Tentara AS Gelar Pesta Lobster dan Steak, Apakah Itu Jadi Sinyal Invasi ke Iran?

Senin, 23 Februari 2026 - 03:30 WIB
loading...
Tentara AS Gelar Pesta...
Tentara AS gelar pesta lobster dan steak. Foto/X/@InterceptorNews
A A A
TEHERAN - Sebuah unggahan viral yang menunjukkan pasukan AS disuguhi steak dan lobster memicu rumor tentang “makanan terakhir” sebelum kemungkinan serangan ke Iran . Tradisi ini sering dikaitkan dengan penempatan pasukan.

Melansir Wionews, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, laporan muncul yang menunjukkan pasukan militer Amerika disuguhi makanan mewah, menciptakan kehebohan di media sosial di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump.

Sebuah unggahan misterius muncul di X yang menampilkan gambar hidangan yang disajikan kepada personel militer yang terdiri dari steak, lobster, kepiting, dan pai. Unggahan tersebut telah memicu rumor tentang kemungkinan aksi militer AS di Iran, dengan keyakinan populer bahwa itu adalah 'makanan terakhir' sebelum dikerahkan ke zona perang.

"Pasukan AS menerima menu termasuk steak, pai, kaki kepiting & lobster," bunyi unggahan tersebut. Membagikan ulang unggahan tersebut, seorang pilot militer pensiunan di Angkatan Udara Amerika Serikat, Buzz Patterson, menulis pesan misterius: "IYKYK. Ini sudah dimulai."

Tentara AS Gelar Pesta Lobster dan Steak, Apakah Itu Jadi Sinyal Invasi ke Iran?

1. Militer AS Sajikan Menu Mewah Sebelum Berperang

Meskipun tidak ada konfirmasi resmi, kepercayaan umum menunjukkan bahwa militer AS menyajikan 'makanan terakhir' kepada pasukannya dengan menu mewah termasuk steak, lobster, dan pai, sebelum mengirim mereka ke medan perang.

Beberapa mengaitkan makanan lezat itu dengan penugasan berbahaya atau misi yang diperpanjang. Teori ini telah beredar di media sosial selama bertahun-tahun dan sering muncul kembali selama periode ketegangan geopolitik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved