120 Jet Tempur AS Siap Serbu Teheran, Presiden Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk
Minggu, 22 Februari 2026 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat bahwa solusi diplomatik tampaknya berada dalam "jangkauan kita" dan bahwa negaranya berencana untuk menyelesaikan draf kesepakatan dalam "dua hingga tiga hari ke depan" untuk dikirim ke Washington.
“Jika itu terjadi, kondisi akan menjadi lebih sulit – bisnis sudah lesu,” tambahnya.
Pria lain lebih optimis.
“AS tahu bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Iran,” katanya. “AS belum benar-benar memenangkan perang di negara mana pun, katakanlah Afghanistan, Irak, atau Vietnam. Pada akhirnya, mereka akan tunduk kepada Iran. Orang-orang tidak perlu khawatir.”
Baca Juga: 7 Strategi Iran Menyerang Daratan AS, dari Rudal ICBM hingga Mengaktifkan Sel Tidur
Iran dan AS juga terlibat dalam pembicaraan nuklir tahun lalu, tetapi upaya tersebut gagal ketika Israel melancarkan serangan ke negara itu, memicu perang 12 hari. AS ikut serta dengan mengebom tiga situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Trump mengeluarkan ancaman aksi militer baru pada bulan Januari setelah penindakan brutal Iran terhadap para demonstran anti-pemerintah. Teheran menanggapi dengan mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut dan memperingatkan bahwa mereka dapat menutup Selat Hormuz, jalur air vital untuk ekspor minyak bagi negara-negara Teluk Arab.
120 Jet Tempur AS Siap Serbu Teheran, Presiden Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk
1. Rakyat Iran Dukung Perang
Seorang pengusaha mengatakan dia percaya konfrontasi militer pada akhirnya tidak dapat dihindari “karena apa yang diinginkan Amerika adalah penyerahan diri, dan negara Iran tidak akan menerima itu”.“Jika itu terjadi, kondisi akan menjadi lebih sulit – bisnis sudah lesu,” tambahnya.
Pria lain lebih optimis.
“AS tahu bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Iran,” katanya. “AS belum benar-benar memenangkan perang di negara mana pun, katakanlah Afghanistan, Irak, atau Vietnam. Pada akhirnya, mereka akan tunduk kepada Iran. Orang-orang tidak perlu khawatir.”
Baca Juga: 7 Strategi Iran Menyerang Daratan AS, dari Rudal ICBM hingga Mengaktifkan Sel Tidur
Iran dan AS juga terlibat dalam pembicaraan nuklir tahun lalu, tetapi upaya tersebut gagal ketika Israel melancarkan serangan ke negara itu, memicu perang 12 hari. AS ikut serta dengan mengebom tiga situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Trump mengeluarkan ancaman aksi militer baru pada bulan Januari setelah penindakan brutal Iran terhadap para demonstran anti-pemerintah. Teheran menanggapi dengan mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut dan memperingatkan bahwa mereka dapat menutup Selat Hormuz, jalur air vital untuk ekspor minyak bagi negara-negara Teluk Arab.
2. Iran Siap Membalas
Menurut media AS, kekuatan udara yang dikumpulkan Washington di wilayah tersebut adalah yang terbesar sejak invasi Irak pada tahun 2003. Dalam beberapa hari terakhir, Washington telah mengerahkan lebih dari 120 pesawat ke Timur Tengah, sementara kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah berada di Laut Arab.Lihat Juga :