Pakistan Bombardir Afghanistan di Tengah Ramadan, Puluhan Orang Tewas dan Luka

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:55 WIB
loading...
A A A
Pakistan mengatakan hari ini bahwa meskipun telah berulang kali didesak oleh Islamabad, otoritas Taliban gagal bertindak terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk melakukan serangan di Pakistan.

Serangan udara Pakistan ini diklaim sebagai respons atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua minggu lalu dan beberapa serangan bom bunuh diri lainnya yang lebih baru di barat laut Pakistan, termasuk satu serangan kemarin.

Kelompok ISIS telah mengeklaim bertanggung jawab atas pengeboman masjid tersebut, yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 160 orang dalam serangan paling mematikan di Islamabad sejak 2008.

Kekerasan perbatasan Oktober berakhir dengan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar dan Turki, tetapi beberapa putaran pembicaraan selanjutnya di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Masalah keamanan adalah inti dari konflik tersebut, dengan Islamabad berulang kali menuduh Kabul melindungi kelompok militan, khususnya Taliban Pakistan, yang melancarkan serangan. Pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved