Ukraina Tuduh Rusia Bayar Rp1,6 Miliar Per Orang untuk Habisi Zelensky Cs

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:22 WIB
loading...
Ukraina Tuduh Rusia...
Ukraina menuduh Rusia membayar lebih dari Rp1,6 miliar per orang untuk membunuh tokoh-tokoh penting Ukraina, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky. Foto/NDTV
A A A
KYIV - Kyiv mengumumkan bahwa 10 orang telah ditangkap di Ukraina dan Moldova atas tuduhan merencanakan pembunuhan tokoh politik senior Ukraina atas perintah Rusia. Setiap orang dibayar hingga USD100.000 (lebih dari Rp1,6 miliar) untuk misi tersebut.

Kyiv sebelumnya menuduh Rusia, yang menginvasi Ukraina sejak empat tahun lalu, merencanakan pembunuhan beberapa pejabat senior, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky dan kepala dinas intelijen Ukraina.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Korea Selatan Jangan Ikut-ikutan NATO Kirim Senjata ke Ukraina

"Sebagai bagian dari kerja tim investigasi gabungan petugas penegak hukum Ukraina dan Moldova, sebuah kelompok terorganisir telah terungkap yang sedang mempersiapkan pembunuhan berencana terhadap warga negara Ukraina dan warga asing yang terkenal," kata Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (22/2/2026).

Kravchenko mengatakan penegak hukum telah melakukan 20 penggeledahan di seluruh negeri dan menyita uang, senjata, bahan peledak, dan komunikasi dengan para penangan Rusia.

Menurut pernyataan tersebut, tujuh orang ditangkap di Ukraina selama penggerebekan dan tiga orang lagi—termasuk penyelenggara operasi—ditangkap di Moldova.

Moldova mengonfirmasi penyelidikan bersama dalam pernyataan sebelumnya tentang rencana yang bertujuan untuk "likuidasi fisik beberapa tokoh publik di Ukraina". Tidak ada komentar langsung dari Moskow atas tuduhan tersebut.

Kyiv hanya menyebutkan satu pejabat yang menjadi sasaran para tersangka, Andriy Yusov, yang bekerja di bidang komunikasi strategis untuk militer Ukraina dan mengoordinasikan pertukaran tahanan dengan Rusia.

"Pihak Rusia menjanjikan para pelaku hingga USD100.000—jumlahnya bergantung pada ketenaran dan pengaruh calon korban," imbuh Kravchenko.

Moskow juga pernah menuduh Ukraina mengatur pembunuhan beberapa tokoh militer dan politik terkemuka baik di dalam Rusia maupun di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.

Ukraina secara terbuka mengeklaim berada di balik beberapa pembunuhan tersebut, menyebutnya sebagai pembalasan bagi mereka yang mempromosikan, mendukung, dan memfasilitasi invasi Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved