Iran Tes Sistem Rudal Sayyad-3G di Selat Hormuz, Pemanasan untuk Perang Melawan AS

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:55 WIB
loading...
Iran Tes Sistem Rudal...
Angkatan Laut IRGC gelar latihan tempur di Selat Hormuz pada saat AS mengancam akan menyerang Iran. Foto/IRGC via Anadolu
A A A
TEHERAN - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menguji sistem rudal pertahanan udara Sayyad-3G untuk pertama kalinya selama latihan tempur “Smart Control” di Selat Hormuz. Ini menjadi "pemanasan" Teheran untuk mengantisipasi pecahnya perang melawan Amerika Serikat (AS).

Mengutip laporan dari Anadolu, Minggu (22/2/2026), Angkatan Laut IRGC pada hari Sabtu merilis rekaman yang menunjukkan peluncuran versi Angkatan Laut dari sistem pertahanan udara Sayyad-3 berbasis darat, yang dikenal sebagai Sayyad-3G, dari kapal Shahid Sayyad Shirazi.

Baca Juga: Kapal Induk Terbesar di Dunia USS Gerald R Ford Masuk Laut Mediterania, Awas Perang AS vs Iran Pecah!

Rudal Sayyad-3G memiliki kemampuan peluncuran vertikal dan dilaporkan memiliki jangkauan 150 kilometer (93 mil). Otoritas Iran mengatakan sistem ini memungkinkan pembentukan payung pertahanan udara regional untuk kapal militer kelas Shahid Soleimani.

Iran pertama kali menguji rudal pertahanan udara Sayyad-3 jarak jauh berbasis darat pada 28 Desember 2016. Versi berbasis darat memiliki jangkauan 120 kilometer, panjang enam meter, dan berat 900 kilogram.

Latihan “Smart Control” di Selat Hormuz dimulai pada 16 Februari dan berlangsung selama tiga hari.

Sementara itu, kapal induk terbesar di dunia milik AS, USS Gerald R. Ford, telah memasuki Laut Mediterania. Situs web pelacakan maritim menunjukkan bahwa kapal perusak kelas Arleigh Burke; USS Mahan—bagian dari kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford—kini sedang melintasi Selat Gibraltar. Diperkirakan kapal induk tersebut membutuhkan beberapa hari lagi untuk mencapai Timur Tengah dan siap beroperasi melawan Iran.

Mengutip dari BBC, kapal induk Gerald R. Ford sempat menyiarkan lokasinya di lepas pantai Atlantik Maroko pada hari Rabu lalu dan diyakini sedang menuju Timur Tengah, tempat kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, terlacak awal pekan ini.

Para pejabat AS dan Iran telah bertemu untuk putaran kedua perundingan nuklir Teheran di Swiss baru-baru ini, di mana dilaporkan telah ada kemajuan. Namun, Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa dunia kemungkinan akan mengetahui dalam 10 hari ke depan apakah AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan militer.

Pada hari Senin, BBC Verify mengidentifikasi USS Abraham Lincoln dalam citra satelit yang diambil pada hari Sabtu di lepas pantai Oman, sekitar 700 km (430 mil) dari Iran.

Kedatangan dua dari 11 kapal induk yang dioperasikan oleh Angkatan Laut AS menambah informasi tentang peningkatan kekuatan militer di Timur Tengah selama beberapa minggu terakhir, di mana BBC Verify telah melacak peningkatan jumlah kapal perusak, kapal perang, dan jet tempur Amerika.

Baik USS Gerald R Ford maupun USS Abraham Lincoln memimpin kelompok serang dengan beberapa kapal perang perusak rudal berpemandu. Kapal-kapal tersebut dioperasikan oleh lebih dari 5.600 awak dan membawa puluhan pesawat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved