AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mempertimbangkan penarikan penuh setidaknya sejak Januari.

Menurut para pejabat yang dikutip dalam Wall Street Journal, keputusan menarik pasukan dari Suriah tidak terkait dengan peningkatan kekuatan angkatan laut dan angkatan udara AS di tempat lain di Timur Tengah, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran sebagai tanggapan atas tindakan kerasnya terhadap para demonstran anti-pemerintah dan frustrasi dengan negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.

Sebagai bagian dari ancaman tersebut, AS telah memperkuat kehadiran militernya di wilayah dekat Iran. Kapal induk kedua, USS Gerald R Ford, saat ini sedang menuju ke wilayah tersebut.

Sebaliknya, para pejabat AS dalam laporan Wall Street Journal mengatakan penarikan tersebut mengikuti kesepakatan yang bertujuan membentuk kembali struktur keamanan Suriah dan mengkonsolidasikan otoritas negara setelah bertahun-tahun kendali yang terpecah.

Kesepakatan tersebut adalah integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi — mitra utama Washington dalam perang melawan ISIS — ke dalam tentara Suriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved