Uni Eropa dalam Krisis Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini 3 Alasannya

Kamis, 19 Februari 2026 - 03:30 WIB
loading...
Uni Eropa dalam Krisis...
Uni Eropa dalam krisis terburuk sepanjang sejarah. Foto/X
A A A
LONDON - Uni Eropa menghadapi krisis terdalam dalam sejarahnya, dengan masalah ekonomi yang diperparah oleh kurangnya kepemimpinan dan visi jangka panjang di Brussels. Itu diungkapkan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico.

Uni Eropa dalam Krisis Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini 3 Alasannya

1. Krisis Ekonomi yang Makin Parah

Fico menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa saat berbicara di sebuah konferensi tentang perumahan sewa terjangkau di ibu kota negara, Bratislava, dengan mengatakan bahwa kesulitan yang dihadapi warga Eropa biasa adalah bagian dari masalah yang lebih luas yang memengaruhi seluruh blok.

“Uni Eropa belum pernah berada dalam krisis seperti sekarang ini,” kata Fico, menambahkan bahwa situasinya “bukan hanya tentang indikator ekonomi, tetapi juga tentang kepemimpinan dan visi.”

Baca Juga: 80 Negara Anggota PBB Kutuk Aksi Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel

2. Bisa Jadi Museum Terbuka

Tanpa strategi yang koheren tentang daya saing, Uni Eropa dapat "menjadi museum budaya terbuka," dan berisiko mengalami penurunan lebih lanjut di panggung global, ia memperingatkan. Beberapa wilayah di dunia, seperti Tiongkok, kini 15-20 tahun lebih maju dari Uni Eropa di sektor-sektor kunci, tambahnya.

Fico telah berulang kali mengkritik Brussel atas kebijakannya, khususnya tentang energi dan sanksi terhadap Rusia, dengan mengatakan bahwa pembatasan tersebut "hanya merugikan" blok tersebut. Mengomentari paket sanksi ke-20 Komisi Eropa awal bulan ini, ia mengatakan Uni Eropa harus memprioritaskan penanganan masalah internalnya daripada memberlakukan pembatasan baru terhadap Moskow.


3. Salah karena Memusuhi Rusia

Ia juga mengkritik keras rencana Uni Eropa untuk sepenuhnya menghapus impor gas Rusia pada November 2027, menggambarkan skema tersebut sebagai "bunuh diri" bagi ekonomi yang bergantung, dan mengumumkan bahwa Bratislava akan menggugat lembaga-lembaga Uni Eropa.

Penurunan tajam impor gas pipa Rusia yang lebih murah menyusul eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022 dan sanksi Barat yang menyertainya, telah mendorong harga grosir dan biaya hidup lebih tinggi di seluruh Uni Eropa, sekaligus melemahkan daya saing industri blok tersebut.

Fico, yang selamat dari upaya pembunuhan oleh seorang aktivis pro-Ukraina pada tahun 2024, menggambarkan Kiev sebagai "lubang hitam" korupsi yang telah menelan miliaran euro dana Uni Eropa. Bulan lalu, ia menyerukan pemecatan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang dikenal karena sikap anti-Rusia garis kerasnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved