Hamas: Dewan Perdamaian Trump Harus Hentikan Pembunuhan oleh Israel di Gaza

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:00 WIB
loading...
Hamas: Dewan Perdamaian...
Situasi masih mengenaskan meski telah terjadi gencatan senjata di Gaza. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Hamas mendesak “Dewan Perdamaian” Presiden Donald Trump untuk memaksa Israel menghentikan “pelanggaran berkelanjutan” terhadap kesepakatan Gaza yang ditengahi Amerika Serikat Oktober lalu. Seruan itu diungkap saat pertemuan formal pertama badan kontroversial ini berlangsung pada hari Kamis di Washington.

Adapun warga Palestina yang terkepung di wilayah yang dilanda perang menunggu fase kedua perjanjian perdamaian sepenuhnya berlaku. “Perang genosida terhadap Jalur Gaza masih berlangsung – melalui pembunuhan, pengusiran, pengepungan, dan kelaparan – yang belum berhenti hingga saat ini,” kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan video.

Lebih dari 600 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel di Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel dimulai pada 10 Oktober 2025, menurut Kementerian Kesehatan.

Setidaknya 1.600 lainnya terluka akibat penembakan, tembakan, dan serangan udara Israel.

Akhiri Pengepungan


Qassem juga menyerukan kepada dewan Trump untuk memfasilitasi masuknya komite teknokrat yang dipilih untuk memerintah Jalur Gaza yang hancur – dan memulai upaya rekonstruksi besar-besaran untuk “mengakhiri penderitaan penduduk”.

“Kami menyerukan pencabutan pengepungan di Gaza dan pembukaan penyeberangan, dan tidak puas dengan pembukaan sebagian dan minimal… dan pelanggaran yang menyertainya oleh pendudukan terhadap para pelancong,” katanya.

“Kami memperingatkan pendudukan [Israel] agar tidak menggunakan dewan ini sebagai kedok untuk melanjutkan perang di Gaza dan mencegah rekonstruksi.”

Pada hari Selasa, sumber Al Jazeera melaporkan penembakan artileri Israel di lingkungan Tuffah di Kota Gaza di utara Jalur Gaza. Tank-tank Israel juga melepaskan tembakan dengan peluru senapan mesin berat di kota Khan Younis di selatan.

Tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa dalam serangan tersebut.

Hambatan yang Berlanjut


Sebelumnya, seorang korban luka tiba di Rumah Sakit al-Awda di Nuseirat, Gaza tengah, setelah satu drone Israel menargetkan sekelompok warga sipil di al-Maghraqa.

Kapal perang angkatan laut Israel menembaki nelayan di lepas pantai Gaza dan menahan dua warga Palestina. Tentara terus melakukan penghancuran daerah permukiman di utara dan selatan Jalur Gaza.

Sementara itu, Israel juga terus memblokir secara ketat masuknya bantuan penyelamat jiwa dan keluarnya ribuan orang sakit dan terluka yang mencari perawatan medis di luar negeri.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan pada hari Senin bahwa kurang dari 60 persen pengiriman bantuan penting dari Mesir diizinkan masuk ke Gaza.

“Pergerakan kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dengan otoritas Israel juga terus menghadapi hambatan… Tim kami di lapangan sedang berdialog dengan pihak berwenang untuk mengklarifikasi kendala dan mencari solusi agar operasi kami dapat berjalan maju,” kata Dujarric.

Sejak Trump meluncurkan "Dewan Perdamaian" di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari lalu, setidaknya 19 negara telah menandatangani piagam pendiriannya.

Dewan tersebut, yang diketuai Trump, awalnya dirancang untuk mengawasi gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi wilayah tersebut.

Namun, tujuannya kemudian berubah menjadi penyelesaian berbagai konflik internasional, memicu kekhawatiran bahwa presiden AS ingin menciptakan saingan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga: Ngeri, Perang Masa Depan Sedang Dirancang di Israel, Senator AS Bongkar Rahasia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Wakil Gubernur Makkah...
Wakil Gubernur Makkah Pimpin Pencucian Ka'bah, Begini Urutan Prosesinya
Rekomendasi
Messi Pemersatu, Ronaldo...
Messi Pemersatu, Ronaldo Biang Masalah Portugal
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Berita Terkini
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved