Rakyat di Negara NATO Prediksi Perang Dunia III Terjadi 5 Tahun Mendatang, Ini 4 Faktanya

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:02 WIB
loading...
A A A
Pola ini sangat mencolok di Inggris Raya, di mana 43 persen percaya bahwa perang dunia baru "mungkin" atau "sangat mungkin" akan pecah pada tahun 2031 — naik dari 30 persen pada Maret 2025. Hampir setengah dari warga Amerika — 46 persen — berpikir bahwa perang dunia baru "mungkin" atau "sangat mungkin" akan terjadi pada tahun 2031 — naik dari 38 persen tahun lalu. Di antara kelima negara tersebut, hanya orang-orang di Jerman yang secara keseluruhan berpikir bahwa perang global ketiga tidak mungkin terjadi dalam lima tahun ke depan.

Ketika membahas negara-negara yang terlibat dalam aksi militer, responden AS adalah yang paling mungkin berpikir bahwa negara mereka sendiri akan berperang dalam lima tahun ke depan, diikuti oleh responden di Inggris dan Prancis.

3. NATO Siap Menghadapi Perang Dunia III

Ini menunjukkan bahwa kekuatan nuklir NATO mungkin lebih siap menghadapi konflik daripada negara-negara lain, dan bahwa citra Trump sebagai "presiden perdamaian" tidak meyakinkan para pemilih di dalam negeri.

Setidaknya satu dari tiga orang di AS, Inggris, Prancis, dan Kanada percaya bahwa senjata nuklir kemungkinan besar atau sangat mungkin akan digunakan dalam perang dalam lima tahun ke depan.

Rusia dipandang sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian di Eropa, sementara warga Kanada melihat Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump sebagai bahaya terbesar bagi keamanan. Di Prancis, Jerman, dan Inggris, ancaman terbesar kedua adalah AS, yang lebih sering disebut responden daripada Tiongkok.

4. Biayanya Sangat Besar

Mayoritas pemilih di Prancis, Jerman, Inggris, dan Kanada mengatakan negara mereka perlu menghabiskan lebih banyak anggaran pertahanan, dengan sentimen terkuat di Inggris dan Kanada.

Namun pertanyaannya adalah bagaimana cara membiayainya. Jajak pendapat POLITICO menemukan dukungan untuk pengeluaran pertahanan yang lebih besar menurun ketika orang-orang diminta untuk mempertimbangkan apakah pendanaan tersebut harus berasal dari pemotongan anggaran lain, peningkatan pinjaman pemerintah, atau kenaikan pajak.

Menurut hasil survei, masyarakat Prancis dan Jerman kini cenderung kurang mendukung peningkatan anggaran pertahanan dalam konteks pertukaran pengeluaran dibandingkan tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved