Satu dari Tiga Warga Jerman Dukung Robot Pembunuh yang Dikendalikan AI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:45 WIB
loading...
Satu dari Tiga Warga...
Robot pembunuh ditampilkan dalam pameran. Foto/al jazeera
A A A
BERLIN - Satu dari tiga warga Jerman mendukung penggunaan sistem senjata otonom bertenaga kecerdasan buatan atau AI dalam perang sebagai pengganti pengambil keputusan manusia. Demikian hasil jajak pendapat baru yang dilakukan oleh Politico.

Kurang dari setengah responden percaya manusia harus membuat keputusan hidup dan mati di medan perang. Hasil yang dipublikasikan pada hari Jumat ini muncul di tengah peningkatan kekuatan militer besar-besaran, dengan Kanselir Friedrich Merz berupaya menjadikan militer Jerman sebagai "tentara konvensional terkuat di Eropa." Hal ini dilaporkan termasuk kontrak senilai 900 juta euro (USD1,05 miliar) untuk drone kamikaze.

Koalisi saat ini yang dipimpin Merz, dalam perjanjian koalisinya, tidak lagi secara eksplisit mengecualikan gagasan untuk mengizinkan AI membuat keputusan mematikan tanpa pengawasan manusia, tidak seperti pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Olaf Scholz.

Menurut jajak pendapat Politico, 33% warga Jerman lebih memilih sistem AI dalam senjata meskipun proses pengambilan keputusannya tidak sepenuhnya transparan; 47% percaya manusia masih perlu memegang kendali.

Survei ini dilakukan perusahaan jajak pendapat yang berbasis di London, Public First, atas nama media tersebut dari tanggal 6-9 Februari dan melibatkan setidaknya 2.000 responden dari Jerman, serta AS, Inggris, Kanada, dan Prancis.

Di semua negara lain, jumlah orang yang mendukung senjata bertenaga AI tidak melebihi 22%; jumlah orang yang lebih memilih kendali manusia adalah 52-57%.

Hasil ini dapat mengindikasikan pergeseran besar dalam opini publik Jerman. Pada tahun 2021, jajak pendapat yang dilakukan oleh kampanye anti-senjata bertenaga AI menunjukkan hanya 19% orang yang menyetujui penggunaan sistem senjata jenis ini. Sekitar 70% menyatakan kekhawatiran etis atas penggunaannya.

Para pejabat Jerman telah menetapkan tahun 2029 sebagai batas waktu bagi angkatan bersenjata untuk "siap berperang," dengan alasan adanya 'ancaman Rusia'. Moskow telah menolak spekulasi tersebut sebagai "omong kosong" yang bertujuan membenarkan peningkatan anggaran militer.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan tahun lalu, “Dengan para pemimpin mereka saat ini, Jerman modern dan seluruh Eropa sedang bertransformasi menjadi Reich Keempat.”

Baca juga: Video Mata-mata CIA Targetkan Militer China, Beijing Ancam Bertindak
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Infografis
Inilah Tiga Vaksin Corona...
Inilah Tiga Vaksin Corona dari China yang akan Digunakan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved