Venezuela Kembali Kirim Minyak Mentah ke Israel, Pertama Sejak Maduro Diculik AS

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:30 WIB
loading...
Venezuela Kembali Kirim...
Kapal tanker membawa minyak mentah dari Venezuela. Foto/x
A A A
CARACAS - Israel dilaporkan telah menerima pengiriman minyak mentah pertamanya dari Venezuela sejak Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade terhadap negara Amerika Latin tersebut dan menculik presidennya. Bloomberg melaporkan pada hari Selasa, mengutip orang-orang yang mengetahui kesepakatan tersebut.

AS melancarkan operasi militer untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal Januari, dan sekarang mengklaim telah menguasai ekspor minyak negara tersebut.

Sebanyak tujuh kapal tanker yang dianggap melanggar sanksi AS telah disita sejak saat itu, termasuk kapal tanker berbendera Rusia di Atlantik tengah. Washington juga telah melarang produsen minyak Venezuela untuk berbisnis dengan Rusia dan China.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa minyak tersebut sedang diangkut ke Bazan Group, pengolah minyak mentah terbesar di Israel.

Pengiriman ini dilaporkan merupakan yang pertama sejak pertengahan 2020, ketika Israel menerima sekitar 470.000 barel, menurut data yang dilacak Kpler.

Menteri Informasi Venezuela Miguel Perez Pirela dalam unggahan di X pada hari Rabu menyebut laporan pengiriman minyak tersebut sebagai "PALSU!"

Pengiriman yang dilaporkan tersebut merupakan bagian dari upaya Washington mengalihkan aliran minyak Venezuela ke pembeli internasional baru.

Awal pekan ini, Reuters mengutip sumber perdagangan yang mengatakan dua kilang minyak milik negara India membeli dua juta barel minyak mentah Venezuela untuk pengiriman pada paruh kedua bulan April.

Pekan lalu, kantor berita tersebut melaporkan, mengutip jadwal pengiriman, bahwa dua juta barel minyak mentah dari negara Amerika Selatan tersebut telah dikirim ke kilang-kilang milik produsen minyak Repsol di Spanyol.

Pada saat yang sama, China, yang dulunya merupakan importir utama minyak Venezuela, dilaporkan telah beralih ke minyak mentah berat Iran untuk menggantikan pengiriman yang terhenti karena blokade AS.

China telah mengutuk tindakan AS terhadap Venezuela, dengan mengatakan penggunaan kekerasan dan penghentian pengiriman minyak melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara tersebut.

Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington berencana "mengendalikan sumber daya minyak Venezuela tanpa batas waktu."

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan awal pekan ini bahwa AS sedang berupaya menguasai semua jalur pasokan energi internasional dalam upaya mencapai dominasi ekonomi global.

Baca juga: Iran Tuding Israel Berupaya Sabotase Perundingan dengan AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved