Indonesia Hendak Kerahkan 8.000 Tentara ke Gaza, Begini Respons Hamas
Kamis, 12 Februari 2026 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Hamdan menekankan bahwa faksi-faksi Palestina—termasuk Hamas—berkomitmen untuk mendukung Komite Administratif untuk mengelola urusan Gaza, dan bahwa setiap upaya untuk memanfaatkan pasukan internasional untuk melemahkan kehendak rakyat Palestina atau menghadapi perlawanan akan sepenuhnya tidak dapat diterima.
Menanggapi pertanyaan tentang laporan New York Times mengenai rancangan rencana pelucutan senjata kelompok perlawanan Palestina, Hamdan menegaskan, "Masalah senjata Palestina berkaitan dengan keberadaan dan berakhirnya pendudukan, dan bahwa perlawanan Palestina sejak 1917 telah berkomitmen pada prinsip merebut kembali tanah dan mencapai pembebasan nasional."
"Senjata ini sah menurut hukum internasional dan kehendak rakyat Palestina, dan tidak akan dilepaskan sampai tujuan pendirian Negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya tercapai," paparnya.
Menanggapi pernyataan beberapa pemimpin Hamas mengenai gagasan pembekuan senjata untuk jangka waktu tertentu, Hamdan menekankan, "Pembicaraan tentang pembekuan senjata atau gencatan senjata yang berlangsung selama bertahun-tahun hanyalah retorika politik. Hamas belum mengadopsi masalah ini sebagai kebijakan resmi karena senjata perlawanan adalah hak nasional dan sah yang tidak dapat dikompromikan."
Dia juga menanggapi anggapan bahwa pernyataannya tersebut mungkin memberi Israel dalih untuk melanjutkan pendudukan Gaza.
Menanggapi pertanyaan tentang laporan New York Times mengenai rancangan rencana pelucutan senjata kelompok perlawanan Palestina, Hamdan menegaskan, "Masalah senjata Palestina berkaitan dengan keberadaan dan berakhirnya pendudukan, dan bahwa perlawanan Palestina sejak 1917 telah berkomitmen pada prinsip merebut kembali tanah dan mencapai pembebasan nasional."
"Senjata ini sah menurut hukum internasional dan kehendak rakyat Palestina, dan tidak akan dilepaskan sampai tujuan pendirian Negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya tercapai," paparnya.
Menanggapi pernyataan beberapa pemimpin Hamas mengenai gagasan pembekuan senjata untuk jangka waktu tertentu, Hamdan menekankan, "Pembicaraan tentang pembekuan senjata atau gencatan senjata yang berlangsung selama bertahun-tahun hanyalah retorika politik. Hamas belum mengadopsi masalah ini sebagai kebijakan resmi karena senjata perlawanan adalah hak nasional dan sah yang tidak dapat dikompromikan."
Dia juga menanggapi anggapan bahwa pernyataannya tersebut mungkin memberi Israel dalih untuk melanjutkan pendudukan Gaza.
Lihat Juga :