AS Bersiap Kerahkan Kapal Induk Kedua, Kemungkinan Serang Iran Jika Perundingan Gagal

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:48 WIB
loading...
AS Bersiap Kerahkan...
USS George H.W. Bush, kemungkinan jadi kapal induk kedua yang sedang disiapkan AS untuk dikerahkan ke Timur Tengah guna menyerang Iran jika perundingan gagal. Foto/US Naval Institute
A A A
WASHINGTON - Departemen Perang Amerika Serikat (AS) atau Pentagon dilaporkan telah menginstruksikan kapal induk kedua dan kelompok tempurnya untuk bersiap dikerahkan ke Timur Tengah. Laporan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan pengerahan kapal induk kedua untuk menekan Teheran.

Tiga pejabat AS mengatakan kepada Wall Street Journal (WSJ) pada hari Rabu (11/2/2026) bahwa persiapan tersebut merupakan bagian dari perencanaan darurat untuk kemungkinan serangan terhadap Iran jika upaya diplomatik gagal.

Baca Juga: Memanas, Trump Akan Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah Seiring Perundingan dengan Iran

Presiden Trump belum mengeluarkan perintah resmi, dan para pejabat memperingatkan bahwa rencana tersebut masih bisa berubah.

Seorang pejabat mengatakan perintah pengerahan kapal induk kedua, kemungkinan USS George H.W. Bush, bisa datang “dalam hitungan jam".

Pejabat yang lain mengatakan bahwa Pentagon sedang menyiapkan kapal induk kedua untuk dikerahkan dalam waktu sekitar dua minggu, kemungkinan besar dari Pantai Timur AS.

Menurut laporan WSJ, USS George H.W. Bush saat ini sedang menyelesaikan latihan di lepas pantai Virginia dan bisa mempercepat latihan tersebut jika diperintahkan untuk dilakukan lebih cepat.

Jika benar-benar diperintahkan Trump, kapal induk kedua akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln, yang sudah beroperasi di Timur Tengah sebagai bagian dari penumpukan kekuatan militer AS yang lebih luas yang mencakup tambahan kapal perang, pertahanan udara, dan skuadron tempur.

Trump secara terbuka mengakui pada hari Selasa bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah. “Kami memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan mungkin ada armada lain yang akan berangkat,” katanya, seraya menambahkan bahwa Washington harus melakukan “sesuatu yang sangat sulit” jika negosiasi gagal.

Trump, pada hari Rabu, juga bertemu secara tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk membahas Iran.

“Saya bersikeras bahwa negosiasi dengan Iran terus dilakukan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak,” tulis Trump di Truth Social setelah pertemuan tersebut.

"Kalau bisa, itu pilihannya. Kalau tidak bisa, kita lihat saja hasilnya nanti," ujarnya.

Rincian kemungkinan perundingan tidak langsung AS-Iran putaran kedua masih belum diselesaikan. Para pejabat dari kedua negara bertemu di Oman pekan lalu dalam perundingan pertama mereka sejak serangan Israel-AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Iran telah berulang kali menegaskan pihaknya tidak akan sepenuhnya melepaskan haknya untuk memperkaya uranium dan mengesampingkan pembicaraan mengenai program rudal balistiknya. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah memperingatkan bahwa setiap serangan baru AS akan memicu pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved