Lawan China, Taiwan Akan Bangun 10 Kapal Perang 2.500 Ton dan Beli 10 Pesawat C-130J AS
Selasa, 10 Februari 2026 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Di bawah pengadaan baru ini, lima fregat akan dibangun untuk misi anti-pesawat, dan lima lainnya akan dibangun untuk misi anti-kapal selam. Dua kapal perang telah dibangun untuk masing-masing konfigurasi pada tahun 2023 dan 2024.
Fregat ringan ini didasarkan pada desain fregat internasional Gibbs & Cox, meskipun akan dimodifikasi berdasarkan persyaratan khusus. Menurut MND, varian pertahanan udara akan memiliki panjang 96 meter (315 kaki), sedangkan varian anti-kapal selam (ASW) akan memiliki panjang 116 meter (381 kaki).
Selain fregat ringan, Angkatan Laut Republik China (ROCN) Taiwan juga berencana untuk membeli kapal penyelamat kapal selam, kapal pendukung tempur cepat, dua kapal penyelamat, dan kapal serbu amfibi berbobot 10.600 ton.
Laporan USNI News menyebutkan bahwa Taiwan saat ini sedang mempensiunkan fregat kelas Knox era Perang Dingin. Namun, karena meningkatnya ketegangan, Taiwan mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas Angkatan Laut-nya untuk bertahan melawan potensi invasi China.
Angkatan Laut Taiwan terlalu bergantung pada desain Amerika dan Prancis yang sudah tua, termasuk fregat kelas Oliver Hazard Perry, fregat kelas La Fayette, dan kapal perusak kelas Kidd. Kapal-kapalnya juga terus-menerus dibutuhkan karena kapal perang China kerap melanggar zona maritim Taipei.
Fregat ringan ini didasarkan pada desain fregat internasional Gibbs & Cox, meskipun akan dimodifikasi berdasarkan persyaratan khusus. Menurut MND, varian pertahanan udara akan memiliki panjang 96 meter (315 kaki), sedangkan varian anti-kapal selam (ASW) akan memiliki panjang 116 meter (381 kaki).
Selain fregat ringan, Angkatan Laut Republik China (ROCN) Taiwan juga berencana untuk membeli kapal penyelamat kapal selam, kapal pendukung tempur cepat, dua kapal penyelamat, dan kapal serbu amfibi berbobot 10.600 ton.
Laporan USNI News menyebutkan bahwa Taiwan saat ini sedang mempensiunkan fregat kelas Knox era Perang Dingin. Namun, karena meningkatnya ketegangan, Taiwan mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas Angkatan Laut-nya untuk bertahan melawan potensi invasi China.
Angkatan Laut Taiwan terlalu bergantung pada desain Amerika dan Prancis yang sudah tua, termasuk fregat kelas Oliver Hazard Perry, fregat kelas La Fayette, dan kapal perusak kelas Kidd. Kapal-kapalnya juga terus-menerus dibutuhkan karena kapal perang China kerap melanggar zona maritim Taipei.
Lihat Juga :