Palestina Minta Tolong Dunia Melawan Kebijakan Israel Mencaplok Tepi Barat

Senin, 09 Februari 2026 - 16:06 WIB
loading...
Palestina Minta Tolong...
Palestina minta tolong dunia untuk lawan kebijakan Israel mencaplok Tepi Barat. Foto/X
A A A
GAZA - Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan keputusan Israel yang menargetkan Tepi Barat yang diduduki sama dengan "pembatalan semua perjanjian yang telah ditandatangani dan mengikat" dan berisiko meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah.

“Berita yang beredar tentang keputusan Israel yang akan segera memperdalam aneksasi dan memaksakan realitas baru di Tepi Barat, termasuk di Area A, merupakan pembatalan semua perjanjian yang telah ditandatangani dan mengikat antara para pihak dan merupakan eskalasi yang berbahaya serta pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” kata al-Sheikh pada Minggu malam di media sosial AS, X, dilansir Anadolu.

“Langkah-langkah sepihak ini bertujuan untuk merusak setiap cakrawala politik, membongkar solusi dua negara, dan menyeret kawasan ini ke dalam ketegangan dan ketidakstabilan yang lebih lanjut,” tambahnya.

Al-Sheikh menyerukan kepada pemerintahan AS dan komunitas internasional untuk segera campur tangan guna menghentikan “agresi yang didorong oleh pendudukan.”



Sebelumnya pada hari Minggu, Kabinet Keamanan Israel menyetujui langkah-langkah yang mengubah kerangka hukum dan sipil di Tepi Barat yang diduduki untuk memperkuat kendali Israel.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa keputusan tersebut mencakup pencabutan undang-undang yang melarang penjualan tanah Palestina kepada orang Yahudi di Tepi Barat, pembukaan catatan kepemilikan tanah, dan pengalihan wewenang izin pembangunan di blok pemukiman Hebron dari kotamadya Palestina ke administrasi sipil Israel.

Langkah-langkah tersebut juga memperluas pengawasan dan penegakan hukum Israel ke wilayah yang diklasifikasikan sebagai Area A dan Area B, dengan alasan dugaan pelanggaran terkait pembangunan tanpa izin, masalah air, dan kerusakan situs arkeologi dan lingkungan. Perluasan ini akan memungkinkan pembongkaran dan penyitaan properti Palestina bahkan di wilayah yang dikelola secara sipil dan keamanan oleh Otoritas Palestina.

Baca Juga: Informan FBI Sebut Jeffrey Epstein Memiliki Hubungan dengan Intelijen Israel

Berdasarkan Perjanjian Oslo II tahun 1995, Area A berada di bawah kendali sipil dan keamanan Palestina sepenuhnya, Area B berada di bawah kendali sipil Palestina dengan kendali keamanan Israel, dan Area C tetap berada di bawah kendali Israel sepenuhnya, yang mencakup sekitar 60% dari Tepi Barat.

Harian Yedioth Ahronoth Israel melaporkan bahwa keputusan Kabinet mencakup pengalihan wewenang perencanaan dan pembangunan di Masjid Ibrahimi dan sekitarnya, serta situs-situs keagamaan lainnya, dari kotamadya Hebron ke administrasi sipil Israel, bertentangan dengan pengaturan berdasarkan Protokol Hebron 1997 antara Israel dan PLO.

Otoritas Israel terus menghancurkan rumah dan bangunan Palestina di seluruh Tepi Barat dengan alasan kurangnya izin di tengah apa yang digambarkan Palestina sebagai kebijakan restriktif yang mempersulit perolehan izin pembangunan.

Menurut Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok, sebuah badan pemerintah Palestina, Israel melakukan 538 pembongkaran pada tahun 2025, yang memengaruhi sekitar 1.400 rumah dan bangunan, peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

PBB mengatakan pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki ilegal menurut hukum internasional dan merusak kelayakan solusi dua negara dan selama beberapa dekade telah menyerukan penghentian aktivitas pemukiman.

Sementara itu, Hamas menyatakan keputusan kabinet Israel "termasuk dalam kerangka pendekatan pemukiman fasis, rencana aneksasi komprehensif, dan perang pemusnahan dan pembersihan etnis yang diadopsi oleh pemerintah pendudukan ekstremis dan kriminal".

"Ini bertujuan untuk memaksakan kedaulatan palsu dan mengubah realitas geografis dan hukum di lapangan," tambahnya, dilansir Al Jazeera.

Kelompok tersebut juga menyerukan "persatuan nasional dan kesepakatan tentang program terpadu untuk melawan pendudukan dan menghadapi proyek-proyek pemukimannya".

Mereka menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional, untuk bertindak melawan langkah Israel.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Pengembangan Sektor...
Pengembangan Sektor Maritim di Indonesia Butuh Data yang Komprehensif
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved