Informan FBI Sebut Jeffrey Epstein Memiliki Hubungan dengan Intelijen Israel

Senin, 09 Februari 2026 - 15:20 WIB
loading...
Informan FBI Sebut Jeffrey...
Jeffrey Epstein memiliki hubungan dengan intelijen Israel. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Seorang informan FBI yang menyamar “menjadi yakin” bahwa Jeffrey Epstein adalah mata-mata Israel. Itu terungkap dalam sebuah dokumen yang termasuk di antara jutaan halaman yang dirilis minggu lalu oleh Departemen Kehakiman, lapor Anadolu.

Catatan pemerintah menceritakan informan, yang dalam bahasa pemerintah dikenal sebagai sumber informasi rahasia (CHS), mengingat bahwa pengacara Epstein, Alan Dershowitz, memberi tahu Jaksa Agung Distrik Selatan Florida saat itu, Alexander Acosta, “bahwa Epstein tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutu.”

“CHS berbagi rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein di mana ia mencatat. Setelah panggilan ini, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan. Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya,” kata dokumen tersebut, dilansir Middle East Monitor.

Mencatat bahwa Barak “percaya Netanyahu adalah seorang kriminal,” dokumen itu mengatakan informan “menjadi yakin bahwa Epstein adalah agen Mossad yang direkrut” di tengah persaingan regional yang melibatkan Israel.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat menyatakan bahwa Epstein “tidak bekerja untuk Israel.”



Dalam komentar publik pertamanya mengenai dokumen Epstein, Netanyahu menulis di perusahaan media sosial AS X bahwa “hubungan dekat Epstein yang tidak biasa dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Justru sebaliknya.”

Kumpulan dokumen terkait Epstein terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman pekan lalu menyebutkan beberapa tokoh penting, termasuk Dershowitz, serta anggota elit politik dan keuangan.

Epstein ditemukan tewas di sel penjara Kota New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Pada tahun 2008, ia mengaku bersalah di pengadilan di negara bagian Florida dan dihukum karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi, tetapi para kritikus menyebut hukuman yang relatif ringan—yang disetujui oleh Acosta—sebagai “kesepakatan istimewa.”

Baca Juga: Bikin Israel Ketakutan, Seberapa Kuat Sebenarnya Rudal-rudal Iran? Ini Analisisnya

Para korbannya menuduh bahwa ia mengoperasikan jaringan perdagangan seks yang luas yang digunakan oleh anggota elit kaya dan politik.

Sementara itu, dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS telah mengungkapkan bahwa miliarder Jeffrey Epstein memberikan sumbangan kepada tentara Israel dan membantu mendanai kegiatan pemukiman.

Informasi lebih lanjut terus muncul tentang Epstein, yang meninggal di penjara pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan menjalankan jaringan perdagangan seks yang melibatkan anak di bawah umur.

Anadolu melaporkan, tinjauan terhadap dokumen pajak yang dia ajukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa Epstein memberikan dukungan keuangan kepada tentara Israel dan kepada para pemukim yang merebut tanah Palestina.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa pada tanggal 3 Maret 2005, Epstein menyumbangkan $25.000 kepada “Friends of the Israeli Defence Forces.”

Dia juga memberikan $15.000 kepada “Jewish National Fund,” yang membiayai para pemukim di Tepi Barat, selain $5.000 kepada National Council of Jewish Women.

Korespondensi email yang dikirim oleh Epstein pada tanggal 20 Mei 2012 kepada seseorang yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ia mengklaim “Palestina tidak pernah ada secara historis.”

“Palestina tidak pernah menjadi negara Arab secara eksklusif, meskipun bahasa Arab secara bertahap menjadi bahasa sebagian besar penduduk setelah invasi Muslim pada abad ketujuh. Tidak pernah ada negara Arab atau Palestina yang merdeka di Palestina.”

Dokumen-dokumen baru tersebut juga mengungkap detail tentang pemakaman Epstein, berdasarkan kesaksian dari seorang individu yang tidak disebutkan namanya dalam dokumen FBI tertanggal 12 Agustus 2012.

Orang tersebut mengatakan bahwa para jurnalis diarahkan selama pemakaman untuk mengikuti sebuah kendaraan yang berisi kotak-kotak kosong, sementara jenazah Epstein kemudian diangkut dengan kendaraan lain setelah mobil pertama pergi.

Pada 31 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rilis lebih dari tiga juta berkas baru kepada publik sebagai bagian dari investigasi terkait Epstein.

Jeffrey Epstein, seorang pengusaha Amerika, dituduh mengoperasikan jaringan besar eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun. Ia ditemukan meninggal di penjara New York pada tahun 2019 saat berada dalam tahanan.

Berkas kasus termasuk nama-nama tersebut mencakup banyak tokoh internasional terkemuka, seperti Pangeran Andrew dari Inggris, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, dan mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved