Informan FBI Sebut Jeffrey Epstein Memiliki Hubungan dengan Intelijen Israel
Senin, 09 Februari 2026 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Korespondensi email yang dikirim oleh Epstein pada tanggal 20 Mei 2012 kepada seseorang yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ia mengklaim “Palestina tidak pernah ada secara historis.”
“Palestina tidak pernah menjadi negara Arab secara eksklusif, meskipun bahasa Arab secara bertahap menjadi bahasa sebagian besar penduduk setelah invasi Muslim pada abad ketujuh. Tidak pernah ada negara Arab atau Palestina yang merdeka di Palestina.”
Dokumen-dokumen baru tersebut juga mengungkap detail tentang pemakaman Epstein, berdasarkan kesaksian dari seorang individu yang tidak disebutkan namanya dalam dokumen FBI tertanggal 12 Agustus 2012.
Orang tersebut mengatakan bahwa para jurnalis diarahkan selama pemakaman untuk mengikuti sebuah kendaraan yang berisi kotak-kotak kosong, sementara jenazah Epstein kemudian diangkut dengan kendaraan lain setelah mobil pertama pergi.
Pada 31 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rilis lebih dari tiga juta berkas baru kepada publik sebagai bagian dari investigasi terkait Epstein.
Jeffrey Epstein, seorang pengusaha Amerika, dituduh mengoperasikan jaringan besar eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun. Ia ditemukan meninggal di penjara New York pada tahun 2019 saat berada dalam tahanan.
Berkas kasus termasuk nama-nama tersebut mencakup banyak tokoh internasional terkemuka, seperti Pangeran Andrew dari Inggris, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, dan mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson.
“Palestina tidak pernah menjadi negara Arab secara eksklusif, meskipun bahasa Arab secara bertahap menjadi bahasa sebagian besar penduduk setelah invasi Muslim pada abad ketujuh. Tidak pernah ada negara Arab atau Palestina yang merdeka di Palestina.”
Dokumen-dokumen baru tersebut juga mengungkap detail tentang pemakaman Epstein, berdasarkan kesaksian dari seorang individu yang tidak disebutkan namanya dalam dokumen FBI tertanggal 12 Agustus 2012.
Orang tersebut mengatakan bahwa para jurnalis diarahkan selama pemakaman untuk mengikuti sebuah kendaraan yang berisi kotak-kotak kosong, sementara jenazah Epstein kemudian diangkut dengan kendaraan lain setelah mobil pertama pergi.
Pada 31 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rilis lebih dari tiga juta berkas baru kepada publik sebagai bagian dari investigasi terkait Epstein.
Jeffrey Epstein, seorang pengusaha Amerika, dituduh mengoperasikan jaringan besar eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun. Ia ditemukan meninggal di penjara New York pada tahun 2019 saat berada dalam tahanan.
Berkas kasus termasuk nama-nama tersebut mencakup banyak tokoh internasional terkemuka, seperti Pangeran Andrew dari Inggris, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, dan mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson.
(ahm)
Lihat Juga :